Wujudkan Ekoteologi, IPARI Gresik Tebar 30 Ribu Benih Ikan Guna Jaga Ekosistem Bendung Gerak Sembayat

Wujudkan Ekoteologi, IPARI Gresik Tebar 30 Ribu Benih Ikan Guna Jaga Ekosistem Bendung Gerak Sembayat

Gresik, 9 Juni 2026

Kelestarian ekosistem perairan di kawasan Bendung Gerak Sembayat, Manyar, kini mendapatkan daya dukung baru. Sebanyak 30.000 benih ikan nila dan mujair ditebar ke aliran Sungai Bengawan Solo sebagai langkah konkret memulihkan populasi ikan dan menjaga keseimbangan lingkungan hayati setempat, Selasa (9/6/2026).

Aksi lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat bantaran sungai ini diinisiasi oleh Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Gresik. Tidak sekadar seremonial, gerakan yang melibatkan seluruh Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Gresik ini menjadi bukti transformasi dakwah yang menyasar pada isu-isu krusial publik, salah satunya adalah krisis lingkungan hidup.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Abdul Ghofar, menegaskan bahwa aksi tebar benih ikan dan bersih-bersih sungai ini merupakan pengejawantahan dari program prioritas Penguatan Ekoteologi yang digulirkan Kementerian Agama. Konsep ini menekankan bahwa teologi atau pemahaman keagamaan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga bumi.

"Penebaran benih ikan ini merupakan langkah nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus wujud rasa syukur atas melimpahnya sumber daya alam. Melalui gerakan Ekoteologi, Kementerian Agama ingin memastikan bahwa kehadiran penyuluh agama memberikan dampak sosial dan ekologis yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas," ujar Abdul Ghofar saat memberikan pengarahan di lokasi kegiatan.

Komitmen menjaga lingkungan ini disambut baik oleh otoritas pengelola sumber daya air. Pemulihan populasi ikan air tawar di hilir Bengawan Solo dinilai akan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi para nelayan tradisional di sekitar kawasan Manyar dan Bungah.

Supervisor Pendayagunaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo 2, Efendi Dwi Santoso, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif proaktif yang diambil oleh para penyuluh agama. Menurutnya, keterlibatan tokoh agama dalam isu lingkungan memberikan kekuatan baru dalam mengedukasi masyarakat. Pihaknya mencatat ada sekitar 40 bungkus besar atau setara 30.000 ekor benih ikan produktif yang dilepaskan ke perairan, yang diharapkan mampu berkembang biak dengan cepat.

Gerakan nyata yang bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup dan Hari Lahir ke-3 IPARI ini diakhiri dengan aksi bersih-bersih sampah plastik di sepanjang bantaran Bendung Gerak Sembayat. Melalui aksi ini, Kemenag Gresik menegaskan paradigma baru bahwa dakwah modern tidak hanya dilakukan di atas mimbar, melainkan juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi penyelamatan lingkungan secara berkelanjutan.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup