Gresik, 15 Juni 2026
Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Benjeng berkolaborasi menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta dengan memanfaatkan teknologi TARBIVA AI. Kegiatan yang berpusat di UPT SD Negeri 122 Gresik, Jalan Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang ini digandeng sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi serta mutu pendidikan digital para guru agama di wilayah tersebut.
Modernisasi metode pengajaran ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Akhmad Yahya. Dalam sambutan motivasinya, Akhmad Yahya menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai kasih sayang dalam kurikulum dengan adaptasi teknologi kecerdasan buatan demi menciptakan ruang kelas yang interaktif dan relevan bagi generasi masa kini.
"Guru Pendidikan Agama Islam hari ini dituntut untuk tidak hanya menguasai materi secara konvensional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kehadiran TARBIVA AI dalam penyusunan perangkat pembelajaran ini harus menjadi katalisator untuk menyajikan materi agama yang sejuk, penuh cinta, dan mudah dipahami oleh peserta didik," ujar Akhmad Yahya dalam arahannya di hadapan para peserta workshop.
Kolaborasi lintas kecamatan yang diinisiasi oleh Ketua KKG PAI Balongpanggang, Muhammad Muharam K, serta didukung penuh oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Balongpanggang, Edy Sanusi ini, lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut para pendidik untuk merumuskan administrasi dan modul ajar secara lebih efisien tanpa kehilangan esensi spiritualitasnya. Penggunaan instrumen berbasis kecerdasan buatan (AI) terbukti mampu memangkas waktu penyusunan administrasi guru, sehingga sisa ruang waktu yang ada dapat dialokasikan lebih besar untuk proses pendampingan karakter siswa.
Langkah inovatif para guru agama di Gresik ini sejalan dengan kajian dalam dunia pendidikan modern terkait adopsi teknologi di sekolah. Kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi informasi terbukti linear dengan peningkatan efektivitas transfer ilmu di kelas, asalkan tetap menjaga hubungan emosional dan pendekatan humanis atau dalam hal ini disebut sebagai kurikulum berbasis cinta antara guru dan murid (Suryadi, A. 2022. Integrasi Inovasi Digital dalam Pembelajaran Agama. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, h. 45).
Melalui workshop bersama ini, para guru PAI dari Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng diharapkan pulang membawa perangkat pembelajaran siap pakai yang lebih segar, kreatif, dan berbasis teknologi mutakhir untuk segera diimplementasikan pada tahun ajaran berjalan.