THE MOST KUA : Sinergi Strategis KUA Kebomas & Mahasiswa PAI Universitas Muhammadiyah Gresik untuk Generasi "Sakinah Maslahat"

THE MOST KUA : Sinergi Strategis KUA Kebomas & Mahasiswa PAI Universitas Muhammadiyah Gresik untuk Generasi "Sakinah Maslahat"

 

GRESIK, 4/3/2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kebomas turut ambil bagian dalam pelaksanaan Program The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat) yang digelar serentak di seluruh Jawa Timur pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tanggal 10 Februari 2026 tentang pelaksanaan pembinaan keluarga sakinah berbasis kelompok sasaran selama Ramadan 1447 Hijriah.

Program yang diinisiasi Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah itu dibuka secara daring melalui Zoom dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Seluruh KUA di kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti kegiatan tersebut secara serentak sebagai bentuk penguatan syiar dan optimalisasi layanan pembinaan keluarga di bulan suci.

Di Kabupaten Gresik, KUA Kebomas memilih menggandeng mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Gresik sebagai sasaran pembinaan kelompok remaja usia nikah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara daring dengan mengikuti pembukaan serentak dari Kanwil Kemenag Jawa Timur, kemudian dilanjutkan dengan sesi dialogis bersama mahasiswa.

Program The Most KUA sendiri merupakan bagian dari rangkaian Ramadan bertema “Joyful Ramadan Mubarak” yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga melalui pendekatan berbasis kelompok. Dalam panduan pelaksanaan, disebutkan bahwa sasaran program meliputi tiga kelompok utama: remaja usia sekolah (14–19 tahun), remaja usia nikah di atas 19 tahun yang belum menikah, serta keluarga muslim, khususnya pasangan dengan usia perkawinan lima tahun ke bawah.

Kepala KUA Kebomas, Khalili, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa PAI dipandang strategis. Selain sebagai generasi calon pendidik agama, mereka juga termasuk kelompok usia siap nikah yang membutuhkan penguatan kesiapan mental, pemahaman tanggung jawab berkeluarga, serta kemampuan membangun relasi yang sehat dalam perspektif Islam.

“KUA tidak lagi hanya menunggu masyarakat datang untuk urusan administratif. Melalui program ini, kami hadir di ruang-ruang edukatif, termasuk kampus, untuk berdialog tentang kesiapan menikah dan membangun keluarga sakinah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peran Penyuluh Agama Islam KUA Kebomas menjadi bagian sentral kegiatan. Penyuluh bertugas menyiapkan materi, memfasilitasi diskusi, serta memastikan pendekatan yang digunakan bersifat dialogis dan kontekstual dengan realitas mahasiswa. Mereka juga mengarahkan pembahasan pada isu-isu aktual, seperti kesiapan finansial, kematangan emosional, manajemen konflik, hingga tantangan media sosial dalam relasi pasangan muda.

Selain sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam juga berperan sebagai moderator interaktif yang membuka ruang tanya jawab dan berbagi pengalaman. Pendekatan ini dimaksudkan agar mahasiswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi terlibat aktif dalam refleksi tentang makna pernikahan dan tanggung jawab keluarga dalam perspektif Islam.

Secara substansi, materi pembinaan mengangkat realitas sosial yang dihadapi generasi muda, mulai dari tantangan ekonomi, dinamika relasi, hingga ekspektasi terhadap pernikahan. Pendekatan yang digunakan sejalan dengan arahan program agar kegiatan tidak menjadi forum seremonial semata, melainkan proses pembinaan yang mendorong pemahaman, kesadaran, dan perubahan sikap.

Dari sisi tujuan, program ini dimaksudkan sebagai acuan pelaksanaan pembinaan perkawinan dan keluarga selama Ramadan. Tujuannya antara lain memperkuat peran KUA dalam layanan bimbingan perkawinan, meningkatkan kualitas relasi keluarga sesuai kelompok sasaran, memanfaatkan momentum Ramadan sebagai ruang refleksi nilai keluarga, serta memastikan pembinaan berjalan terarah dan terdokumentasi.

Bagi KUA Kebomas, partisipasi bersama mahasiswa PAI Universitas Muhammadiyah Gresik bukan sekadar memenuhi target administratif, melainkan langkah strategis memperluas jangkauan pembinaan keluarga sakinah ke kalangan akademik. Sinergi antara KUA, penyuluh agama, dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat kesadaran generasi muda tentang pentingnya kesiapan menikah serta tanggung jawab membangun keluarga yang maslahat. (dn)

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup