Gresik, 10 Juni 2026
Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama’ (MINU) Trate Putri Gresik melaksanakan acara pelepasan siswi purna siswa angkatan ke-71 tahun ajaran 2025-2026. Agenda tahunan yang berjalan khidmat tersebut dipusatkan di Grand Ballroom Hotel Horison Gresik dengan dihadiri oleh jajaran otoritas pendidikan, komite, dan perwakilan wali murid.
Lembaga pendidikan dasar terakreditasi-A ini memanfaatkan momentum pelepasan untuk memperkuat komitmen terhadap integrasi kurikulum lokal dan global. Prosesi diawali dengan upacara pembukaan formal, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pemukulan gong secara simbolis oleh manajemen madrasah bersama para tamu dari unsur yayasan dan Kemenag Gresik. Acara ini juga dirangkai dengan peluncuran resmi majalah sekolah bernama El Khazana sebagai wadah literasi dan kreativitas siswi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kantor Kemenag Gresik Muhammad Ali Faiq hadir secara langsung untuk memberikan pengarahan strategis mengenai arah kebijakan pendidikan madrasah. Kehadiran unsur pimpinan Kemenag Gresik ini mempertegas peran fasilitasi pemerintah dalam mengawal standardisasi mutu pendidikan Islam, khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.
"Eksistensi hingga angkatan ke-71 membuktikan bahwa lembaga pendidikan ini mampu menjaga kepercayaan publik secara konsisten. Ke depan, dewan guru dan para alumni diharapkan menerapkan konsep KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Karakter ini mencakup lima pilar utama, yaitu cinta agama, cinta ilmu, cinta kepada lingkungan, cinta pada diri sendiri dan sesama, serta cinta pada tanah air," ujar Muhammad Ali Faiq.
Dalam pidato sambutannya, Muhammad Ali Faiq menambahkan bahwa tantangan zaman menuntut madrasah tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga adaptif terhadap sistem pembelajaran modern melalui pendekatan deep learning tanpa mereduksi identitas moral siswi. Pihaknya juga menitipkan pesan mendalam kepada para alumni yang dilepas. "Teruskan pendidikan kalian dimanapun kalian tempuh namun jangan melupakan nasehat guru kalian," tuturnya.
Ketua Yayasan Wahyudi menjelaskan bahwa dalam upaya menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat urban-rural, institusi telah mengimplementasikan empat model kelas spesifik. Strategi diferensiasi kelas ini dirancang untuk mengakomodasi keberagaman potensi dan kecerdasan anak sejak dini.
"Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik melalui empat model kelas unggulan, yaitu Kelas Literasi untuk memperkuat kecakapan bahasa dan analisis, Kelas Tahfidz untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur'an, International Program Class untuk wawasan global, serta Kelas Excelente yang mengadopsi gaya pendidikan Finlandia yang berfokus pada kesejahteraan emosional dan efektivitas belajar anak," kata Wahyudi dalam sambutannya.
Pengembangan model kelas yang variatif ini sejalan dengan teori diferensiasi instruksional dalam dunia pendidikan kontemporer. Model adaptasi eksternal seperti adopsi kurikulum Finlandia terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik melalui ruang eksplorasi yang humanis, bebas tekanan, namun tetap berorientasi pada capaian kompetensi tinggi.
Setelah penyampaian arahan, panitia membacakan Surat Keputusan (SK) Kelulusan serta SK Siswi Berprestasi untuk tahun ajaran berjalan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman potensi peserta didik, manajemen madrasah menyerahkan sejumlah penghargaan kedewanan, meliputi Anugrah Swarna Siswa Nawasena bagi siswi berprestasi non-akademik, Anugrah Swarna Siswa Cendekia untuk capaian akademik, serta Golden Students Awards yang mencakup peraih peringkat kelas dan kategori The Best Cambridge.
Kepala MINU Trate Putri Ainur Rahmah menyampaikan laporan perkembangan institusi sekaligus menyerahkan kembali tanggung jawab pengasuhan siswi secara simbolis kepada para orang tua. Respon positif disampaikan oleh perwakilan wali murid, Lukman, yang mengapresiasi kesabaran serta dedikasi seluruh dewan guru dalam mengawal aspek kognitif dan spiritual anak-anak selama enam tahun masa pembelajaran.
Acara pelepasan ini juga dimeriahkan oleh rangkaian unjuk bakat kreatif yang dibawakan langsung oleh peserta didik dan staf pengajar. Ragam penampilan meliputi pertunjukan colorguard, peragaan busana, pencak silat, pembacaan puisi, hingga aksi flashmob terstruktur oleh siswi kelas 6. Sebagai persembahan penutup, dewan guru dan wali kelas membawakan tarian khusus sebelum seluruh rangkaian acara diakhiri dengan pembacaan doa bersama serta sesi dokumentasi.