Gresik, 8 Juni 2026
Kantor Kemenag Gresik memberikan pembinaan intensif guna meningkatkan kinerja dan kompetensi para guru madrasah di lingkungan Yayasan Manbaul Ulum Mojopurogede, Kecamatan Bungah pada hari Senin, 8 Juni 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam menyiapkan tenaga pendidik yang adaptif dan tangguh menghadapi arus disrupsi pendidikan di era digital.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta. Unsur peserta melibatkan jajaran kepala madrasah, wakil kepala madrasah, hingga guru bersertifikasi dari jenjang MI, MTs, dan MA di bawah naungan Yayasan Manbaul Ulum Mojopurogede.
Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Gresik, Masfufah, bersama Ketua Kelompok Kerja Pengawas Kemenag Gresik, Mulyono. Dalam paparannya, Masfufah menegaskan bahwa tantangan zaman menuntut pergeseran paradigma mendidik yang fundamental.
"Arus disrupsi pendidikan akibat transformasi digital mengharuskan guru untuk tidak lagi sekadar mentransfer ilmu pengetahuan di dalam kelas. Guru masa kini wajib memosisikan diri sebagai pembimbing, fasilitator, sekaligus motivator utama yang mampu melejitkan potensi unik setiap siswa," ujar Masfufah saat memberikan pengarahan di hadapan puluhan peserta.
Untuk mewujudkan ekosistem madrasah yang unggul dan kompetitif, Masfufah menjabarkan secara mendalam mengenai penguatan kapasitas guru yang bertumpu pada empat pilar kompetensi utama:
1. Kompetensi Pedagogik: Kecakapan mendalam dalam memahami karakteristik psikologis dan keunikan setiap siswa, serta kreativitas dalam merancang metode pembelajaran interaktif.
2. Kompetensi Kepribadian: Kewajiban personal untuk menampilkan pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, disiplin, dan menjadi teladan (uswatun hasanah) bagi lingkungan sekitar.
3. Kompetensi Sosial: Kemampuan berkomunikasi secara prima, inklusif, dan santun, baik dalam interaksi internal madrasah maupun dengan masyarakat luas.
4. Kompetensi Profesional: Penguasaan materi ajar secara luas dan mendalam, yang wajib dibarengi dengan komitmen tinggi dalam menempuh Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
Sejalan dengan pentingnya peningkatan kompetensi ini, dunia akademik global juga menyoroti bahwa kualitas pengajaran berkorelasi langsung dengan efisiensi manajemen kelas. Dalam studi perilaku pendidikan oleh Pruitt dan Rubin (2004: 87), ditekankan bahwa kapasitas adaptasi seorang figur otoritas dalam hal ini guru sangat menentukan keberhasilan resolusi hambatan belajar dan penciptaan lingkungan yang kondusif untuk berkembang.
Melalui pembinaan intensif ini, Kemenag Gresik berharap seluruh tenaga pendidik di lingkungan Yayasan Manbaul Ulum Mojopurogede mampu bertransformasi menjadi pilar penggerak utama. Kemenag Gresik memastikan bahwa investasi kompetensi guru akan berdampak langsung pada kualitas kelulusan siswa. Madrasah-madrasah di wilayah Kecamatan Bungah diharapkan mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang inovatif, unggul, dan kompetitif di tingkat daerah hingga nasional.