Gresik, 24 September 2025
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik melalui Penyuluh Agama Islam Kecamatan Manyar menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Aula Masjid Pondok Pesantren (PP) Al Amin, Desa Manyarejo. Kegiatan ini bertujuan membekali para santri dengan pemahaman mendalam tentang bahaya dan cara pencegahan kenakalan remaja, sekaligus membentuk mereka menjadi pribadi yang berkarakter "Generasi Qur'ani."
Acara ini dihadiri oleh tim Penyuluh Agama Islam Kecamatan Manyar, Nurul Kholifah, Istibsaroh, Malikhatun, Azharur Rofiqi, Muhammad Qutub, dan Abd. Malik, bersama para asatidz serta siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Huffadz Al Amin.
Nurul Kholifah menyampaikan materi pertama, memaparkan enam cara utama menjadi "Generasi Qur'ani" atau yang disingkat "Qeren." Konsep ini meliputi enam pilar, yaitu bijaksana, religius, inklusif, baik dan membangun, bertanggung jawab, serta mengembangkan diri. Pilar-pilar ini menekankan pentingnya pembentukan karakter yang selaras dengan ajaran Al-Qur'an dan mampu menghadapi dinamika sosial saat ini.
Materi kedua disampaikan oleh Abd. Malik, yang mengupas tuntas fakta-fakta kenakalan remaja yang sering terjadi, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, pernikahan dini, hingga fenomena geng dan balap liar.
Ia menekankan bahwa santri memiliki benteng kuat untuk mencegah hal tersebut, yaitu dengan aktif terlibat dalam kegiatan intra dan ekstra sekolah serta kegiatan pesantren. Data dari Jurnal Al-Tarbiyah (Vol. 2, No. 1, 2021) menunjukkan bahwa lingkungan pesantren dan keterlibatan aktif santri dalam program-program keagamaan memiliki korelasi positif dalam pembentukan karakter dan penurunan risiko kenakalan remaja.
Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Azharur Rofiqi. Program BRUS ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membina generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan positif di masyarakat.