Gresik, 18 Oktober 2025
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik melalui para Penyuluh Agama Islam dari KUA Driyorejo sukses menggelar program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMP Muhammadiyah Driyorejo pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi respons nyata Kemenag dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan modern yang kompleks, terutama terkait digitalisasi dan isu penyalahgunaan zat terlarang.
BRUS adalah kegiatan edukatif dan preventif yang fokus pada pembinaan mental, spiritual, dan sosial remaja. Ratusan siswa SMP Muhammadiyah Driyorejo menjadi peserta, dibimbing langsung oleh tim Penyuluh Agama KUA Driyorejo yang terdiri dari Nuril Habibi, Rokip, Samsul Huda, Mahmud, Yoeli Rahmawati dan Aliyatur Rofiah.
Tujuan utama BRUS adalah menanamkan nilai-nilai agama yang kuat, kesadaran akan bahaya narkoba, serta literasi digital yang sehat. Penyuluh Nuril Habibi memaparkan materi krusial mengenai Dampak Gadget bagi Remaja Usia Sekolah, menekankan perlunya pengendalian diri di tengah arus informasi digital yang masif.
Isu penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian serius. Penyuluh Yoeli Rahmawati memberikan pemahaman komprehensif mengenai Bahaya Narkoba dalam Pandangan Islam, menegaskan bahwa narkoba bukan hanya melanggar hukum positif, tetapi juga haram dan merusak masa depan generasi. Selain itu, Aliyatur Rofiah turut memberikan bekal dengan materi Dinamika Perkembangan Remaja, membantu siswa memahami perubahan psikologis yang mereka alami.
Pelaksanaan BRUS ini mengacu pada pentingnya intervensi edukasi dini. Secara sosiologis, pembentukan karakter melalui penguatan nilai-nilai agama dan sosial sejak usia sekolah merupakan langkah esensial untuk menciptakan ketahanan diri remaja terhadap pengaruh negatif lingkungan .
Para penyuluh agama menyajikan materi dengan pendekatan yang mudah dicerna, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari remaja, memastikan setiap pesan pencegahan diterima secara efektif.
Program BRUS ini memberikan manfaat langsung bagi siswa dalam meningkatkan kesadaran terhadap risiko digital dan bahaya narkoba, serta memberikan panduan praktis dalam menghadapi masa remaja. Kemenag Gresik berkomitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang berintegritas dan berakhlak mulia.