Gresik, Rabu, 24 September 2025
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui acara "Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)" di Aula Al-Ikhlas Kemenag Gresik.
Acara ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta, yang bertujuan meningkatkan kompetensi pengawas, kepala madrasah, dan guru ASN dalam mengimplementasikan nilai-nilai cinta sebagai roh dalam pendidikan Islam.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, menekankan pentingnya peran guru, khususnya guru laki-laki di tingkat MI, terutama dalam membentuk karakter siswa. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat kurikulum berbasis cinta, tetapi juga menciptakan sinergi dan hubungan erat antarlambaga di bawah naungan Kemenag Gresik.
Guru Besar Sosiologi dari UIN Sunan Ampel Surabaya yang juga Penasehat Ahli Menteri Agama RI, Prof Nur Syam, yang menjadi narasumber utama, menyampaikan pesan bahwa profesi guru adalah pekerjaan paling mulia.
Ia menyoroti peran sentral guru dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk Indonesia Emas. Nur Syam mengingatkan bahwa di era VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous), guru dituntut untuk beradaptasi, mengendalikan teknologi seperti AI, dan mendorong siswa untuk tetap mengasah otak melalui membaca dan menulis.
Ia juga menekankan pentingnya membimbing siswa menjauhi kekerasan atas nama agama dan selalu berpikir kritis secara konstruktif.
Konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dijelaskan sebagai pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan mata pelajaran untuk menumbuhkan nilai-nilai keberagamaan dan kemanusiaan.
KBC dianggap penting karena pendidikan saat ini menghadapi tantangan seperti ketergantungan pada teknologi yang dapat mengurangi fokus pada pemikiran dan gagasan, serta meningkatnya tantangan sosial seperti disonansi di media sosial dan kekerasan atas nama gender, agama, dan kekuasaan. KBC menawarkan solusi melalui Panca Cinta: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, ilmu pengetahuan, lingkungan, diri dan kemanusiaan, serta tanah air.
Untuk menumbuhkan Panca Cinta, guru harus menjadi teladan. KBC dapat diimplementasikan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, serta pembentukan budaya madrasah yang sehat. Tujuan akhir dari KBC adalah melahirkan insan paripurna yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan penuh cinta. Acara ini dihadiri oleh 10 pengawas madrasah dan perwakilan guru dari berbagai madrasah di Gresik, dengan total peserta lebih dari 100 orang.