Gresik, 14 Desember 2025
Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) Trate Gresik menorehkan prestasi dalam inovasi pangan dengan sukses mengubah limbah sisik ikan bandeng menjadi produk biskuit yang tinggi nilai gizi, terutama kalsium dan protein hewani. Inovasi ini merupakan gagasan dari dua siswi kelas 9, Umi Azizatul Fitriyah dan Aila Mulah, yang didukung penuh oleh pihak sekolah dibawah naungan Kemenag Gresik.
Latar belakang inovasi ini adalah keprihatinan terhadap tingginya kasus stunting di Gresik dalam 1-2 tahun terakhir, bersamaan dengan fakta bahwa Gresik merupakan sentra penghasil ikan bandeng. Sisik bandeng, yang merupakan limbah dari proses pengolahan makanan khas Gresik seperti otak-otak, belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat peluang ini, kedua siswi berupaya mengubah limbah menjadi produk bernilai gizi.
Proses riset dan praktik dilakukan di ruang praktik MTs NU Trate Gresik. Karya ini telah melalui serangkaian proses pengujian awal dan diperkenalkan secara luas melalui program Sudut UMKM TVRI. Pengolahan sisik bandeng menjadi biskuit melalui tahap yang cermat. Sisik dibersihkan, dinetralkan bau amisnya melalui perendaman air jeruk nipis dan cuka, lalu dipresto. Setelah kering, sisik dihaluskan menjadi serbuk sebelum dicampur dengan adonan biskuit standar (tepung, telur, gula, mentega) dan dipanggang pada suhu 150 derajat celcius selama 30 menit. Penambahan sayuran parsley kering dilakukan untuk memperkaya kandungan mineral.
Hasil uji laboratorium awal menunjukkan bahwa biskuit berbahan dasar sisik bandeng ini memiliki kandungan kalsium dan protein yang signifikan, menjadikannya pilihan pangan yang sangat baik untuk balita dalam upaya menekan risiko stunting.
Kepala MTs NU Trate Gresik, Nihayatul Mas'unah, menjelaskan bahwa produk ini ditujukan sebagai paket bingkisan (hampers) bagi pendidik dan dijual di kantin sekolah untuk menjaga keberlanjutan produksi. Inovasi ini menjadi bukti nyata kapasitas siswa madrasah dalam menghasilkan karya ilmiah dan produk bernilai manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi masalah gizi.