Modernisasi Pendidikan Madrasah, KKMTs 05 Gresik Manfaatkan Teknologi AI untuk Dongkrak Mutu Digital Guru Madrasah

Modernisasi Pendidikan Madrasah, KKMTs 05 Gresik Manfaatkan Teknologi AI untuk Dongkrak Mutu Digital Guru Madrasah

Gresik, 10 Juni 2026

Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 05 Kabupaten Gresik menggelar lokakarya intensif bertajuk "Guru Hebat di Era AI: Berkinerja Unggul, Kreatif Berkarya, Cerdas Menilai" untuk meningkatkan mutu kompetensi digital tenaga pendidik. Langkah taktis ini diinisiasi sebagai bagian dari program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guna mencetak guru madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Agenda yang dipusatkan di Aula MTs Ma'arif Daruttaqwa, Jalan K.H. Syafi'i Gang Syaikhuna, Suci, Manyar, Gresik ini diikuti oleh para guru madrasah tsanawiyah dari tiga wilayah, yakni Kecamatan Manyar, Gresik, dan Kebomas. Program kolaboratif lintas kecamatan tersebut sengaja dirancang untuk menjawab tantangan disrupsi digital di ruang kelas melalui integrasi alat berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam menyusun modul ajar serta memperbarui sistem evaluasi.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, yang membuka jalannya acara secara resmi, sekaligus menghadirkan narasumber utama Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Muchammad Toha. Kehadiran unsur pimpinan tinggi ini menegaskan komitmen kuat institusi dalam mengawal standardisasi dan pemerataan mutu pendidik di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Muhammad Ali Faiq menekankan pentingnya adaptasi teknologi di lingkungan madrasah agar para pengajar tidak tertinggal oleh zaman. "Guru harus melakukan inovasi baru untuk membentengi siswa agar tidak malas belajar dan melek IT," ujar Muhammad Ali Faiq saat memberikan pengarahan di hadapan peserta workshop.

Lebih lanjut, Muhammad Ali Faiq juga mengingatkan seluruh pengelola lembaga keagamaan untuk tertib administrasi dan mematuhi regulasi yang berlaku demi menjaga mutu pendidikan. "Ikuti proses yang ada, ada 72 madrasah diniyah dan ponpes yang harus dibekukan karena tidak memenuhi kriteria. Konsekuensinya ijazah tidak berlaku," tegas Muhammad Ali Faiq terkait penegakan aturan kelembagaan.

Ketua Panitia Workshop, Fatihul Ihsan, menegaskan bahwa luaran teknis dari pelatihan ini akan langsung diimplementasikan ke dalam kurikulum pembelajaran pada semester mendatang. Pihak panitia juga telah menyiapkan sistem pemantauan berkala pasca-workshop untuk mengukur efektivitas serta dampak riil dari pemanfaatan teknologi baru tersebut di masing-masing madrasah peserta.

Sejalan dengan hal itu, Ketua KKMTs 05, Moh Ainun Naim, menambahkan bahwa penguatan kompetensi digital yang merata di tiga kecamatan ini diharapkan mampu memutus kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah urban dan rural di Kabupaten Gresik. Melalui penguasaan alat penilaian berbasis AI, proses evaluasi hasil belajar siswa kini dapat dilakukan secara lebih objektif, cepat, transparan, dan terukur.

Kegiatan ini memberikan informasi dan keyakinan nyata bagi masyarakat (khususnya orang tua wali murid) bahwa madrasah di Kabupaten Gresik secara aktif bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi global. Hal ini memastikan anak-anak yang menempuh pendidikan di madrasah setempat dididik oleh tenaga pengajar yang kompeten di era digital, sehingga mutu lulusan madrasah siap bersaing dalam iklim perkembangan zaman yang berbasis teknologi.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup