Gresik, 2 Oktober 2025
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Menganti menyelenggarakan acara Pisah Kenang Kepala KUA Menganti, Ahmad Syamsul Huda, M.Si., yang dikemas secara istimewa dengan agenda Pemberian Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 30 September 2025, pukul 12.00 sampai 15.00 WIB, di Aula Al Huda, KUA Menganti.
Seluruh jajaran Pegawai KUA Menganti, termasuk Penghulu, Penyuluh Agama, Staf Administrasi, serta perwakilan dari Pengawas Madrasah, hadir dalam suasana kekeluargaan yang kental.
Acara ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Ahmad Syamsul Huda atas dedikasinya sebagai Kepala KUA. Selain perpisahan, penambahan sesi santunan menunjukkan komitmen KUA Menganti dalam menjalankan fungsi sosial keagamaan yang menjadi salah satu pilar pelayanan Kemenag.
Ketua Panitia, M. Nasir, menyampaikan bahwa Ahmad Syamsul Huda di mata pegawai KUA Menganti bukan hanya pimpinan, tetapi telah menjadi sosok bapak dan panutan yang selalu memberikan kemanfaatan. Seluruh pegawai berharap ia senantiasa sukses dalam menikmati masa pensiun.
Dalam sambutannya, Ahmad Syamsul Huda mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama dan dukungan solid dari seluruh pegawai KUA Menganti. Ia berpesan agar semangat saling mengingatkan dalam kebaikan terus dipertahankan. Ia juga menaruh harapan besar agar KUA Menganti dapat menjadi contoh bagi KUA Kecamatan lain, terutama dalam penanganan isu-isu sosial kompleks, termasuk tantangan narkoba dan keragaman masyarakat yang majemuk.
Harapan ini sejalan dengan tuntutan modernisasi layanan KUA yang tidak hanya berfokus pada administrasi pernikahan, tetapi juga sebagai pusat layanan keagamaan dan penyelesaian masalah sosial. Pandangan ini dikuatkan oleh temuan bahwa peran lembaga keagamaan sangat krusial dalam pembangunan sosial dan resolusi konflik di tingkat akar rumput (Lihat misalnya, Pruitt, D. G. and Rubin, J. Z. 2004. Teori Konflik Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar h. 9).
Perwakilan Pengawas Madrasah Aliyah, Mibrotul Fuadah, mendoakan Ahmad Syamsul Huda diberikan usia yang barokah dan senantiasa bermanfaat bagi umat. Penyuluh, Achyar Rahiqy, menyoroti karakter Ahmad Syamsul Huda yang 'Loman' (dermawan) dan tidak pernah menyulitkan pegawai.
Sementara itu, Penghulu, Syaifurrahman, berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan kepemimpinan yang telah ditanamkan Ahmad Syamsul Huda, dengan target minimal mempertahankan kualitas kinerja KUA Menganti.
Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan sesi ramah tamah yang semakin mempererat tali silaturahmi.