Gresik, 14 November 2025
Musyawarah Daerah (MUSDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Manyar telah diselenggarakan secara sukses di Pendopo Kecamatan Manyar pada hari Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah kepengurusan MUI Manyar periode 2025-2030.
Kehadiran KUA Manyar, dalam MUSDA ini bukan hanya sebagai peserta, melainkan juga representasi Kemenag Gresik untuk memperkuat sinergi program keagamaan di tingkat kecamatan. MUSDA mengusung tema "Optimalisasi Peran Ulama Menuju Gresik Maju yang Berkelanjutan," sebuah topik yang sangat relevan mengingat pesatnya perkembangan industri di kawasan Manyar.
Acara ini melibatkan berbagai pihak kunci, termasuk Kepala KUA Manyar, Penyuluh Agama Islam Kecamatan MAnyar, Forkopimcam, Pengurus MUI Kabupaten, Tokoh Agama, perwakilan pondok pesantren, dan berbagai organisasi masyarakat yang menjadi peserta MUSDA. Fokus utama kegiatan ini adalah pemilihan pengurus baru dan perumusan langkah strategis untuk lima tahun ke depan.
Partisipasi Penyuluh Agama Islam Manyar diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang keagamaan. Kolaborasi ini sangat krusial untuk memberikan pendampingan spiritual dan religius yang dibutuhkan masyarakat di tengah dinamika industrialisasi.
Kemenag Gresik, melalui peran Penyuluh Agama, berkomitmen untuk membantu "membumikan" nilai-nilai agamis di Manyar, memastikan bahwa kemajuan ekonomi berjalan seiring dengan penguatan mental dan spiritualitas. Dampak positif dari sinergi ulama dan KUA ini adalah terciptanya masyarakat yang lebih seimbang, agamis, dan mampu menjaga ketahanan spiritual di tengah tantangan global.