Gresik, 25 Februari 2026
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gresik melakukan langkah proaktif dalam membentengi ketahanan keluarga melalui transformasi layanan yang lebih responsif. Bertempat di Masjid Hidayatullah Sidokumpul pada Selasa (24/02/2026), KUA Gresik menyelenggarakan program bertajuk "The Most KUA: MOVE FOR SAKINAH MASLAHAT".
Kegiatan ini melibatkan 22 peserta dari kalangan Remaja Masjid dengan rentang usia 19 hingga 25 tahun. Fokus utama program ini adalah memberikan pembekalan hulu (pre-emptive) sebelum para pemuda memasuki jenjang pernikahan, mengingat tantangan sosial yang semakin kompleks bagi generasi muda saat ini.
Kepala KUA Kecamatan Gresik, Nasichun Amin, dalam pemaparannya menegaskan bahwa instansi yang dipimpinnya kini bertransformasi menjadi pusat layanan keagamaan yang inklusif. Menurutnya, KUA tidak hanya bertugas mencatat pernikahan secara formal, tetapi juga bertanggung jawab secara moral dalam menciptakan kemaslahatan umat melalui pendampingan berkelanjutan.
Materi yang disampaikan dalam dialog interaktif tersebut mencakup empat aspek krusial:
1. Penguatan Jati Diri: Mengenali potensi diri sebagai calon pemimpin keluarga.
2. Manajemen Problematika: Kesiapan mental dalam dinamika hubungan sosial.
3. Etika & Komunikasi: Implementasi perilaku santun dan komunikasi efektif.
4. Pondasi Keluarga Sakinah: Pemenuhan kebutuhan material dan spiritual secara seimbang.
Dengan menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah sejak dini, KUA Gresik berharap dapat memperkuat ketahanan keluarga dan menekan angka perceraian di tingkat lokal.