Gresik, 24 September 2025 – Kantor Urusan Agama (KUA) Gresik terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Sinergi ini tampak jelas dalam kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Masyarakat (PM) KUA PEU Triwulan 3 yang digelar di Kantor Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Gresik, Senin, 23 September 2025.
Kegiatan ini secara spesifik bertujuan untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu mengelola usahanya secara profesional, seiring dengan penguatan nilai-nilai kepedulian sosial.
Salah satu agenda utama dalam pembinaan ini adalah pengenalan aplikasi digital pengelolaan keuangan UMKM berbasis Android. Materi ini disampaikan oleh praktisi sekaligus pendamping UMKM, Arfin Mardianto. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya para pelaku UMKM memiliki pemahaman mendalam tentang manajemen keuangan yang baik agar usaha bisa berkelanjutan.
“UMKM harus melek digital, tidak hanya dalam pemasaran, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan,” tegas Arfin. Menurutnya, dengan sistem yang tertata, sebuah usaha akan menjadi lebih profesional dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
Selama ini, banyak pelaku usaha kecil mengalami kendala dalam pencatatan dan perencanaan keuangan yang menjadi hambatan utama.
Dengan aplikasi ini, UMKM binaan diharapkan dapat dengan mudah melakukan pencatatan transaksi, memantau arus kas, dan menyusun laporan sederhana yang bermanfaat untuk perencanaan usaha ke depan.
Selain pelatihan digitalisasi, peserta juga menerima poster UMKM sebagai media promosi, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan daya tarik pemasaran produk mereka di tengah persaingan pasar.
Kepala KUA Gresik, Nasichun Amin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan YDSF Gresik. Ia menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi umat harus berjalan seiring dengan penguatan nilai sosial dan spiritual.
Program ini juga nantinya akan diterapkan kepada pasangan yang baru menikah sebagai penguatan dari sisi finansial dan pembuka peluang kerja.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi sinergi nyata antara pemberdayaan usaha dengan kepedulian sosial. Di satu sisi, kita dorong UMKM untuk naik kelas, di sisi lain, kita tidak melupakan kewajiban untuk berbagi kepada sesama,” ungkap Nasichun.
Sesi pembinaan juga diselingi dengan penyaluran infaq dan shodaqoh kepada para dhuafa di sekitar Gresik. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan hidup mereka yang kurang mampu.
Kepala Cabang YDSF Gresik, Alfin Yudha Aditya, mengungkapkan rasa syukurnya dapat memfasilitasi kegiatan ini. “Harapannya, UMKM binaan bisa naik kelas, semakin mandiri, sekaligus tumbuh rasa kepedulian antar umat melalui penyaluran infaq dan shodaqoh,” tuturnya.
Melalui program semacam ini, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengelola usahanya secara profesional dan semakin banyak masyarakat dhuafa yang terbantu. Sinergi antara digitalisasi UMKM dan gerakan kepedulian sosial menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan sejahtera.