Gresik, 06 Juni 2026
Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Kantor Kemenag Gresik menyelenggarakan forum strategis peningkatan kompetensi kepala madrasah hari ini. Pertemuan kedinasan berskala regional tersebut ditujukan untuk merumuskan standardisasi baru dalam manajemen institusi pendidikan islam tingkat dasar di wilayah Jawa Timur.
Agenda peningkatan mutu ini berpusat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Gresik, Jalan Raya Kedamean Nomor 52, Kedamean, Gresik. Acara dibuka secara resmi mulai pukul 09.00 WIB dengan mengonsolidasikan seluruh jajaran ketua KKMI dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutan pembukaan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, menekankan pentingnya lompatan inovasi di lingkungan madrasah. "Peningkatan kompetensi kepala madrasah tidak boleh lagi bergerak linier. Kita membutuhkan modifikasi manajerial yang adaptif terhadap perkembangan digital agar tata kelola kelembagaan di Kabupaten Gresik maupun Jawa Timur mampu menjawab tantangan zaman secara konkret," ujar Muhammad Ali Faiq.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Gresik, Masfufah, menggarisbawahi peran strategis kepemimpinan institusional. Menurut Masfufah, sinergi antara regulasi dari seksi pendidikan madrasah dengan implementasi di lapangan oleh para pengelola akan menjadi motor utama tercapainya akreditasi institusi yang unggul dan inklusif.
Ketua KKMI Provinsi Jawa Timur, Sutrisno, selaku fasilitator utama kegiatan, membagikan skema motivasi dan pengalaman praktis mengenai keberhasilan implementasi program di beberapa daerah sampel. Sutrisno memaparkan bahwa forum ini didesain sebagai ruang berbagai pengalaman (sharing session) mengenai praktik terbaik modifikasi kurikulum lokal yang dapat langsung direplikasi oleh pengurus daerah demi menaikkan indeks mutu madrasah secara kolektif.
Dari sisi koordinasi wilayah, Ketua KKMI Kabupaten Gresik, Muhamad Idham Kholid, menyambut baik penunjukan wilayahnya sebagai pusat pelaksanaan kegiatan. Muhamad Idham Kholid menegaskan komitmen kesiapan seluruh komponen madrasah ibtidaiyah di Gresik untuk menjadi laboratorium percontohan program-program inovasi yang telah dirumuskan bersama dalam pertemuan tersebut.
Reorientasi manajemen pendidikan Islam ini sejalan dengan kajian tata kelola institusi kontemporer yang menyebutkan bahwa fleksibilitas struktur organisasi dan kemandirian inovasi lokal merupakan variabel penentu dalam keberlanjutan mutu pelayanan publik (Siahaan, A. 2021. Manajemen Pendidikan Publik dan Transformasi Kelembagaan. Jakarta: Publik Press h.45).
Melalui forum ini, masyarakat di Jawa Timur akan menerima manfaat langsung berupa peningkatan standar layanan pendidikan, fasilitas belajar yang lebih terukur, serta mutu lulusan madrasah yang kompetitif.