Gresik, 22 Oktober 2025 — Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, jajaran Pendidikan Agama Islam (PAIS) melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) SD se-Kabupaten Gresik menggelar aksi solidaritas penggalangan dana.
Gerakan bersama ini berhasil menghimpun total donasi kemanusiaan sebesar Rp.266.980.700- yang kemudian diserahkan secara simbolis di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik.
Penyerahan dilakukan langsung kepada Plt. Kepala Kantor Kemenag Gresik, M. Ali Faiq, didampingi Kasi PAIS, Akhmad Yahya.
Dalam sambutannya, M. Ali Faiq menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan para guru PAI.
“Kepedulian ini adalah cerminan akhlak mulia para pendidik kita. Mereka bukan hanya mengajarkan nilai-nilai kebaikan, tetapi juga meneladankannya melalui aksi nyata,” ujarnya.
Donasi tersebut berasal dari sembilan kecamatan di Kabupaten Gresik.
Kecamatan Driyorejo menjadi penyumbang terbesar dengan Rp68.065.000, disusul Menganti Rp60.093.700, Bungah Rp20.066.000, Sidayu Rp19.238.000, Panceng Rp10.740.000, Ujungpangkah Rp13.250.000, Benjeng Rp24.875.000, Gresik Rp6.653.000, serta tambahan dari Kebomas sebesar Rp44.000.000.
Kasi PAIS, Akhmad Yahya, menegaskan bahwa gerakan donasi ini bukan hanya bentuk bantuan material, tetapi juga bagian dari implementasi nilai-nilai pendidikan Islam yang mengajarkan empati, ukhuwah, dan gotong royong.
“Donasi ini bukan sekadar angka. Ini adalah wujud kasih sayang dan solidaritas antarsesama muslim. Semoga bantuan ini meringankan beban para santri dan pengasuh Ponpes Al-Khoziny serta menginspirasi lembaga pendidikan lain untuk bergerak bersama,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny terjadi pada Senin, 29 September 2025, dan mengakibatkan sejumlah santri luka serta kerusakan fasilitas pendidikan. Hingga kini, berbagai pihak di Jawa Timur terus menyalurkan bantuan kemanusiaan demi pemulihan pesantren tersebut.
Melalui aksi solidaritas ini, PAIS KKG dan SD se-Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk menanamkan nilai kepedulian sosial dalam dunia pendidikan—bahwa menjadi pendidik bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga menumbuhkan karakter rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan nyata.