Kemenag Gresik, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), menyalurkan insentif bagi 123 guru madrasah non-Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Gresik. Sumber dana kegiatan sosial ini sepenuhnya berasal dari zakat profesi ASN Kemenag Gresik.
Penyaluran insentif ini merupakan program perdana dan menjadi inisiasi strategis dari UPZ Kemenag yang mendapatkan dukungan penuh dari Plt. Kepala Kemenag Gresik, M. Ali Faiq. Ketua UPZ Kemenag Gresik, Nelly, menjelaskan bahwa awalnya terdapat 1.380 usulan nama penerima. Setelah koordinasi dan verifikasi data dengan Dinas Sosial Kabupaten Gresik, jumlah penerima ditetapkan menjadi 123 guru.
"Jika di satu madrasah tidak ada penerima, sementara di madrasah lain terdapat lebih dari dua penerima, maka madrasah pertama dikategorikan sudah mampu, dan madrasah yang kedua masih memerlukan perhatian dari kita," ujar Nelly saat seremoni. Untuk wilayah Kecamatan Dukun dan Panceng, intensif disalurkan kepada 123 orang guru.
Acara penyerahan intensif di Aula Kh. Ja’far Mts Tarbiyatus Shibyan, Desa Petung, Kecamatan Dukun, dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan Sholawat Bil Qiyam. M. Ali Faiq, Plt. Kepala Kemenag Gresik, menyoroti pentingnya kepedulian sosial ini. Menurutnya, di tengah kondisi geopolitik dunia yang memanas, tidak semua negara mampu memfasilitasi rakyatnya untuk saling bersedekah. Ia menyampaikan terima kasih atas kontribusi ASN Kemenag dan berharap program ini menjadi penyemangat bagi para guru dalam berjihad mencerdaskan generasi penerus bangsa dan agama.
Pak Faiq secara khusus mengapresiasi pembacaan sholawat, menyebutnya sebagai wujud nyata "kurikulum cinta" yang patut dicontoh. Beliau berharap, tahun-tahun berikutnya, jumlah penerima bantuan akan berkurang, menandakan adanya kemajuan signifikan dalam kinerja dan kesejahteraan para guru.