Gresik, 26 November 2025
Kemenag Gresik menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Kegiatan yang mengusung tema "Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Mempersiapkan Generasi Emas 2045" ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan pendidikan umum dengan nilai-nilai religius.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Pendidikan Harianto, Plt. Kakankemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, perwakilan Kemenag Gresik, serta jajaran Forkopimda.
Yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah prosesi khataman Al-Qur'an yang diikuti oleh 1.000 siswa tahfidz dari SD dan SMP Negeri se-Kabupaten Gresik. Fenomena integrasi nilai agama dalam kurikulum sekolah umum ini sejalan dengan teori pendidikan karakter yang menekankan bahwa kecerdasan moral sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual dalam membentuk resiliensi siswa menghadapi tantangan global.
Dalam sambutannya, Harianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru. Ia melaporkan bahwa 2.756 guru telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan berterima kasih atas kebijakan insentif bagi guru swasta yang digulirkan pemerintah daerah.
Sementara itu, Fandi Akhmad Yani menyoroti isu perlindungan profesi guru. "Tantangan zaman sekarang semakin berat. Mari kita ciptakan pendidikan yang menyenangkan. Meski ada keterbatasan anggaran, hak-hak guru di Gresik akan terus kami perjuangkan," tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, acara diakhiri dengan penyerahan simbolis penghargaan kepada guru berprestasi. Suasana semakin riuh saat dilakukan pengundian hadiah umroh. Satu tiket dipersembahkan oleh BMT, dan Fandi Akhmad Yani secara spontan menambahkan satu tiket lagi, sehingga total dua guru beruntung mendapatkan kesempatan ke Tanah Suci.