Gresik, 27 November 2025
Kemenag Gresik menyelenggarakan Workshop Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai respons terhadap tantangan kemerosotan akhlak anak di era digital. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 27 November 2025 hingga Sabtu, 29 November 2025, ini dipusatkan di MTs. Iyaul Ulum Dukun Gresik dan diikuti oleh 348 guru madrasah dari lima kecamatan di bawah koordinasi KKMTS 02, 07, 08, dan 09 Kabupaten Gresik.
Pembukaan workshop dilakukan oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Gresik, Moh Ali Faiq, yang menekankan urgensi pelatihan ini. Menurut Ali Faiq, tugas guru saat ini sangat berat, terutama di tengah fenomena viral yang menunjukkan adanya kemerosotan akhlak anak. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) diperkenalkan sebagai solusi dan upaya serius Kemenag Gresik untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menghadapi perkembangan kurikulum dan mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang dalam proses belajar mengajar. Materi workshop mencakup kebijakan dan strategi Implementasi KBC, Deep Learning terintegrasi KBC, dan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta. Sesi diisi oleh narasumber ahli: Moh. Ali Faiq, Masfufah, dan Moh. Rihfqi Rahman.
Hari kedua workshop dikhususkan untuk tugas pembuatan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Terintegrasi KBC, yang dilakukan di madrasah masing-masing. Selanjutnya, hari ketiga diisi dengan sesi pendampingan penyusunan Perencanaan Pembelajaran Mendalam (PPM) Terintegrasi KBC, yang dibimbing oleh instruktur Mulyono, dan Fitrotul Choiriyyah
Moh. Ali Faiq berharap dampak KBC meluas. "Dampak kurikulum cinta ini diharapkan bukan hanya untuk kita sebagai pengajar dan murid, tapi juga untuk lingkungan sekitar kita," ujarnya. Melalui pelatihan intensif ini, Kemenag Gresik berkomitmen memastikan KBC dapat diimplementasikan secara konkret dan terukur, membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.