Gresik, 20 Oktober 2025 – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik memperkuat sinergi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Jannah Petrokimia Gresik. Kerjasama ini ditandai dengan Pembukaan Manasik Haji Tahun 2025 yang berfokus pada persiapan ratusan jamaah haji tahun 2026. Acara khidmat ini berlangsung di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Plt Kepala Kankemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, hadir bersama SVP Sumber Daya Manusia Petrokimia Gresik, Zainuri Al Khafidz, serta seluruh pembimbing KBIHU. Kegiatan ini diikuti oleh 247 peserta dan menandai awal dari rangkaian bimbingan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah haji.
Widodo Heru Sulistyo, Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah, dalam laporannya menyebut bahwa jumlah jamaah KBIHU Nurul Jannah untuk tahun 2026 mencapai 347 orang, meningkat dari 220 orang tahun sebelumnya. "Manasik ini akan terdiri dari 16 kali pertemuan dan 3 kali praktik. Kami berharap seluruh rangkaian berjalan lancar, dan jamaah dapat menunaikan haji dengan predikat mabrur," ujarnya.
Zainuri Al Khafidz, mewakili manajemen Petrokimia Gresik, menekankan bahwa ibadah haji adalah rukun Islam terbesar dan terberat. Ia berpesan agar seluruh jamaah mengikuti manasik dengan khusyuk dan sungguh-sungguh sebagai bekal spiritual dan mental.
Muhammad Ali Faiq mengapresiasi langkah maju KBIHU yang menyelenggarakan manasik sejak dini. Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-undang Haji Nomor 8 Tahun 2019, status peserta manasik adalah Jamaah Haji Tahun 2026, bukan lagi calon jamaah.
"Kesiapan spiritual dan fisik harus dijaga sempurna. Perlu diingat bahwa ibadah haji adalah ibadah pamungkas, menguras fisik sekaligus menyucikan hati," tutur Ali Faiq. Ia juga berbagi pengalaman pribadi saat berhaji untuk memotivasi jamaah agar memanfaatkan setiap waktu di Tanah Suci untuk ibadah wajib dan sunnah.
Manasik haji lebih awal ini dianggap penting. Persiapan yang dilakukan jauh hari dapat membantu mitigasi risiko psikologis dan meningkatkan adaptasi lingkungan, sejalan dengan temuan penelitian tentang manajemen perjalanan spiritual jamaah haji . Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, menandai kesiapan Jamaah Haji Gresik menyongsong keberangkatan tahun depan.