Gresik, 27 November 2025
Kemenag Gresik mencatatkan prestasi gemilang pada malam puncak "Baznas Gresik Award 2025". Dalam acara yang diselenggarakan di Vanda Gardenia Hotel & Resort, Trawas, Mojokerto, pada 26-27 November 2025, instansi ini berhasil meraih tiga penghargaan strategis dalam pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dinilai progresif. Tiga kategori yang diraih adalah UPZ Teraktif untuk Kantor Kemenag Gresik, KUA Pendukung Program ZIS yang diberikan kepada Kepala KUA Kebomas, Khalili, serta kategori Penggerak ZIS yang dianugerahkan kepada Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Nelly Afroh.
Pencapaian ini mengindikasikan adanya peningkatan kepercayaan (trust) dan tata kelola manajerial yang baik di lingkungan Kemenag Gresik. Dalam teori manajemen publik, kepercayaan adalah modal sosial utama yang menentukan keberhasilan lembaga filantropi
Nelly Afroh, usai menerima penghargaan, menyatakan bahwa pencapaian ini didasari oleh prinsip bekerja dengan hati. "Bekerja dengan menata niat karena cinta, akan mendapatkan keberlimpahan dari semesta," ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketua Baznas Kabupaten Gresik menegaskan bahwa rangkaian rakor nasional dimulai dari Baznas RI pada Oktober, Baznas Provinsi pada November, hingga Baznas kabupaten/kota menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, sebab tanpa dukungan para pemangku kepentingan Baznas tidak akan mampu berbuat banyak.
Ia menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi melalui pemberian penghargaan kepada para pihak yang selama ini mendukung, termasuk Baznas Provinsi Jawa Timur dan Badan Usaha Mandiri Sejahtera Karang Cangkring, serta mencatat adanya peningkatan kolaborasi bersama Kemenag Gresika.
Senada dengan itu, perwakilan Baznas Jatim, Ahsanul Haq, menekankan perlunya penguatan Satuan Audit Internal menyusul temuan adanya penyalahgunaan sebagian dana bantuan dari Baznas RI yang tidak sampai kepada mustahik, sehingga ketepatan sasaran dan transparansi menjadi prioritas utama. Ia menyebut bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar seremoni, tetapi dorongan semangat agar semakin banyak dana yang terhimpun dan semakin besar pula manfaat yang diterima mustahik.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil, memanfaatkan momen tersebut untuk mengingatkan pentingnya akselerasi pengumpulan zakat. Hingga Oktober 2025, capaian pengumpulan ZIS baru mencapai Rp22 miliar dari target Rp35 miliar.
Pada penyelenggaraan BAZNAS Award tahun ini, sebanyak 39 instansi dan perorangan menerima penghargaan dalam delapan kategori, antara lain pengumpul ZIS terbanyak, program ABI (Ayo Belajar Infak) teraktif, program ABI terbanyak, perusahaan peduli ZIS, pendukung program ZIS, penggerak ZIS, serta tokoh masyarakat penggerak ZIS.
Diharapkan, penghargaan ini dapat memicu semangat para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat luas untuk lebih giat berzakat melalui lembaga resmi, sehingga potensi dana umat dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan terukur melalui audit internal yang ketat.