Gresik, 08 Juni 2026
Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 01 & 06 Kabupaten Gresik menyelenggarakan Workshop Review Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 di Hotel Arayanna Trawas, Mojokerto pada Sabtu hingga Minggu, 6-7 Juni 2026. Kegiatan strategis ini diikuti oleh kepala madrasah dan wakil kepala bidang kurikulum dari 47 lembaga Madrasah Tsanawiyah (MTs) sewilayah Gresik Selatan guna menyusun arah pembelajaran yang lebih adaptif, kontekstual, dan berkarakter.
Review kurikulum ini menjadi momentum krusial bagi madrasah untuk menyelaraskan dokumen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) dengan perkembangan kebijakan terbaru. Seluruh peserta melakukan bedah dokumen secara mendalam, menyamakan persepsi tentang Capaian Pembelajaran (CP), serta merumuskan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, hingga sistem asesmen yang bermakna.
Langkah ini selaras dengan kebutuhan pengembangan kurikulum modern. Menurut studi mengenai tata kelola mutu pendidikan, adaptasi kurikulum yang kontekstual dan berbasis kolaborasi komunitas pendidikan terbukti efektif meningkatkan efisiensi serta mutu capaian pembelajaran di tingkat satuan pendidikan (Suryadi, A. 2021. Manajemen Mutu Pendidikan dan Implementasi Kurikulum Makro. Jakarta: Bumi Aksara, h. 45).
Melalui forum ini, penguatan Profil Pelajar Pancasila, Profil Pelajar Rahmatan Lil 'Alamin, serta 7 kebiasaan anak hebat Indonesia diintegrasikan langsung ke dalam rancangan pembelajaran operasional tahun ajaran baru.
Agenda yang berlangsung di tengah lingkungan kondusif kawasan pegunungan Trawas ini menghadirkan pemaparan langsung dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Gresik. Selain itu, proses penyusunan dan reviu dokumen didampingi secara penuh oleh tim Pengawas Madrasah wilayah Gresik Selatan yang membagi koordinasi berdasarkan wilayah binaan:
Kecamatan Benjeng: Didampingi oleh Nur Bayanah Ayu Kartika
Kecamatan Duduk Sampeyan: Didampingi oleh Syaiful Mukminin
Kecamatan Menganti dan Balongpanggang: Didampingi oleh Musdzalifah
Kecamatan Cerme dan Kedamean: Didampingi oleh Sutrisno
Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom: Didampingi oleh Nur Hudah
Diskusi kelompok berlangsung dinamis tanpa sekat antara madrasah negeri maupun swasta. Sebanyak 47 lembaga saling berbagi praktik baik (good practices) untuk memicu replikasi inovasi di setiap satuan pendidikan demi mewujudkan visi Madrasah Mandiri, Berprestasi.
Kurikulum yang dirumuskan dalam workshop ini diposisikan sebagai instrumen hidup yang menentukan arah perkembangan generasi bangsa. Keberhasilan program ini bertumpu pada bagaimana dokumen strategis tersebut diturunkan ke dalam ruang-ruang kelas secara nyata.
Ketua KKMTs 01, Pamuji, menegaskan pentingnya fleksibilitas dokumen pembelajaran tersebut agar tidak menjadi sekadar administrasi usang.
"Kurikulum adalah ruhnya madrasah. Ia harus hidup, dinamis, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman dan keindonesiaan," ujar Pamuji.
Komitmen senada disampaikan oleh Ketua KKMTs 06, Nasihin, yang menggarisbawahi bahwa dampak nyata dari lokakarya ini harus dapat dirasakan langsung oleh seluruh ekosistem madrasah saat tahun ajaran baru dimulai.
"Tugas kita selanjutnya adalah mengawal implementasinya di madrasah. Pastikan setiap guru memahami, setiap siswa merasakan dampaknya, dan setiap orang tua mendukungnya," tambah Nasihin.
Melalui hasil review yang matang ini, 47 MTs di bawah naungan KKMTs 01 & 06 Kabupaten Gresik kini memiliki kesiapan yang lebih komprehensif dalam menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu serta mulia dalam akhlak.