Gresik, 10 Maret 2026
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekoteologi yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Gresik pada Selasa (10/03/2026). Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kapasitas aparatur sipil negara di bidang pelestarian lingkungan berbasis agama.
Dalam arahannya, Muchammad Toha menekankan pentingnya peran penghulu dan penyuluh agama sebagai edukator masyarakat dalam menghadapi krisis lingkungan. Ia menyatakan bahwa nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi utama dalam menjaga kelestarian alam semesta.
Acara ini diikuti oleh 30 peserta ASN yang terdiri dari Penghulu dan Penyuluh Agama dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik. Perwakilan tim BDK Surabaya, Sugiyono, menjelaskan bahwa program ini menerapkan standar evaluasi ketat, di mana tingkat kehadiran minimal 80 persen menjadi syarat mutlak bagi peserta untuk memperoleh e-sertifikat resmi.
Plt. Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, menyatakan bahwa tema ekoteologi sangat relevan mengingat kondisi krisis iklim global saat ini. Menurutnya, hal ini selaras dengan inovasi 8 Asta Protas yang diusung Kemenag Gresik. "Seluruh jajaran harus berada pada posisi siaga untuk merespons perubahan lingkungan melalui aksi nyata di lapangan," ungkap Muhammad Ali Faiq.
Senada dengan hal tersebut, Widyaiswara BDK Surabaya, Sholehuddin, selaku narasumber menjelaskan bahwa ekoteologi menempatkan manusia sebagai pengelola bumi yang bertanggung jawab kepada Sang Pencipta. Pentingnya integrasi nilai spiritual dalam pelestarian alam ini bertujuan agar masyarakat melihat menjaga lingkungan sebagai bagian dari kewajiban agama.