Gresik (Humas) — Sebanyak 45 guru Bimbingan dan Konseling (BK) Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Gresik mengikuti pelatihan penguatan kompetensi guna meningkatkan kesadaran mental (mindfulness) para siswa. Kegiatan intensif yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) MTs Kabupaten Gresik ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 September 2026, bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Gresik serta dilanjutkan secara dalam jaringan.
Fokus utama pelatihan pada pertemuan ke-16 MGBK ini adalah penerapan pendekatan konseling realita. Metode ini dinilai efektif membantu peserta didik di tingkat madrasah tsanawiyah agar lebih fokus, mampu menyadari kondisi diri, serta terampil menghadapi tantangan emosional dan akademis di lingkungan sekolah.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Plt. Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Akhmad Yahya. Dalam pengarahannya, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental dalam menyerap ilmu serta menjalankan tugas pelayanan pendidikan. Ia mengapresiasi keaktifan MGBK yang terus berupaya meningkatkan standar kompetensi para pendidik secara berkesinambungan.
"Kompetensi itu mudah diciptakan, namun sulit dibentuk tanpa proses yang konsisten. Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya para guru, harus memegang teguh tiga pilar utama: memiliki kompetensi yang mumpuni, bersikap profesional dalam menjalankan tugas, serta menjaga integritas tinggi," ujar Akhmad Yahya.
Senada dengan hal tersebut, Pengawas BK MTs Kabupaten Gresik, Muzdalifah, memberikan apresiasi mendalam atas kegigihan para pengurus dan anggota MGBK. Menurutnya, dedikasi para guru BK sangat krusial dalam mendampingi tumbuh kembang karakter siswa di tengah berbagai tantangan zaman. Ia mendorong para peserta untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan demi terwujudnya layanan konseling yang optimal di madrasah.
Sementara itu, Ketua MGBK MTs Kabupaten Gresik, Faridah Hanum, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan alat ukur dan pendekatan praktis bagi guru BK. Melalui konseling realita, guru diharapkan mampu memetakan tingkat kesadaran mental siswa secara akurat sehingga intervensi pendampingan yang diberikan dapat tepat sasaran.
Rangkaian pelatihan menghadirkan berbagai materi strategis dari para akademisi dan praktisi. Selain pengarahan dari jajaran Kemenag Gresik, para peserta dibekali pemahaman mendalam oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma), Masfufah dan pakar dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Budi Purwoko, di bidang konseling. Melalui pelatihan ini, kualitas pendampingan mental dan psikologis di seluruh MTs se-Kabupaten Gresik diharapkan meningkat secara signifikan, menciptakan lingkungan belajar yang sehat, responsif, dan ramah anak.