Gresik, 21 Juli 2026
Upaya memperkuat kualitas pendidikan karakter dan keagamaan bagi peserta didik terus dipacu di Kabupaten Gresik. Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) Kabupaten Gresik menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru PAI Zona 5 yang mencakup wilayah Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Duduksampeyan, bertempat di UPT SD Negeri 114 Gresik.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mentransformasi metode mengajar guru PAI agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi modern, tanpa mengesampingkan penguatan nilai-nilai kasih sayang dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Pelatihan yang dihadiri langsung oleh tim dari Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik yang dipimpin oleh Akhmad Yahya ini memberikan pembekalan komprehensif bagi para pendidik.
Tiga materi utama yang menjadi fokus pelatihan meliputi implementasi pendekatan pendidikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta, penerapan metode Deep Learning pada Kurikulum Merdeka, serta pemanfaatan teknik Prompting Artificial Intelligence (AI) untuk pembuatan media ajar interaktif.
Pemanfaatan teknologi AI dan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam (Deep Learning) diharapkan mampu mengubah persepsi pembelajaran agama Islam dari sekadar hafalan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa.
Kepala Seksi PAIS Kemenag Kabupaten Gresik, Akhmad Yahya, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir para pendidik di era digital. Menurutnya, integrasi antara nilai-nilai spiritual dan kemajuan teknologi adalah kunci utama dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia sekaligus menguasai ilmu pengetahuan.
"Guru PAI tidak boleh gagap teknologi. Penguasaan media ajar berbasis AI yang dipadukan dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta akan menciptakan suasana kelas yang humanis, ramah anak, dan menginspirasi. Dampak akhirnya adalah meningkatnya pemahaman agama serta karakter siswa di sekolah dasar," ujar Akhmad Yahya saat membuka kegiatan.
Selain jajaran Seksi PAIS Kemenag Gresik, kegiatan pelatihan ini juga dihadiri oleh pengawas sekolah, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta jajaran pengurus KKG PAI SD Kabupaten Gresik yang dipimpin oleh Imam Hamzani.
Kolaborasi antarunsur pendidikan ini menegaskan komitmen bersama dalam mengawal pemerataan kualitas pendidikan agama Islam hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Melalui pelatihan intensif ini, para peserta dibekali keterampilan praktis dalam merancang bahan ajar berbasis AI yang siap diterapkan secara langsung di kelas masing-masing. Program ini diharapkan menjadi pendorong utama terciptanya ekosistem pendidikan agama Islam yang inovatif, berdaya saing, dan membawa manfaat nyata bagi tumbuh kembang peserta didik di Kabupaten Gresik.