Kab. Lumajang (Humas) — Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik bergerak cepat memperkuat daya dukung fasilitas belajar di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memastikan lebih dari 17 ribu siswa Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) dapat mengenyam pendidikan di lingkungan yang aman, layak, dan nyaman.
Akselerasi pembenahan sarana dan prasarana (sarpras) ini dimantapkan melalui keikutsertaan DWP Kemenag Gresik dalam Seminar Peningkatan Daya Dukung Pendidikan, Jumat (25/9/2026). Ketua DWP Kemenag Gresik, Ny. Masarin Natik Faiq, hadir secara luring di lokasi pusat kegiatan, yakni Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Lumajang. Sementara itu, jajaran pengurus DWP Kabupaten Gresik beserta jajaran Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Kemenag Gresik menyimak dan mengikuti jalannya rangkaian acara secara daring melalui Zoom Meeting.
Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Kholilati Bahtiar, dalam sambutannya menekankan pentingnya evaluasi dan pembenahan fasilitas belajar demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Berdasarkan data pendataan ulang tahun 2026 dari 38 kabupaten/kota, terdapat 33 DWP Kemenag yang mengelola 312 lembaga pendidikan dengan total 17.883 siswa dan 1.737 guru.
Meskipun sebanyak 86,2 persen lembaga telah meraih akreditasi A dan B, tantangan kelayakan sarana dan prasarana masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Tercatat 27,2 persen bangunan sekolah masih masuk kategori kurang layak dan tidak layak, serta mayoritas status tanah belum milik sendiri.
“Kita memerlukan strategi, arah kebijakan, dan kolaborasi nyata untuk membenahi sarana prasarana agar anak didik kita dapat belajar di ruang kelas yang aman, layak, dan nyaman,” tegas Kholilati.
Guna memperkuat peran DWP, Kholilati juga menguraikan empat pilar utama yang perlu menjadi perhatian seluruh jajaran DWP Kemenag se-Jawa Timur, yaitu:
1. Penguatan Kepemimpinan Organisasi dan Personal Branding: Mewujudkan pengurus yang berintegritas, peduli pendidikan, dan responsif.
2. Penyelarasan Program: Menyelaraskan kegiatan DWP daerah dengan program prioritas Kemenag RI.
3. Penguatan Manajemen dan Tata Kelola Administrasi: Membangun tata kelola data yang tertib, transparan, dan akuntabel.
4. Optimalisasi Media Sosial dan Kehumasan: Memanfaatkan media digital untuk publikasi prestasi, edukasi, serta membangun citra positif organisasi guna menarik sinergi para pemangku kepentingan.
Selain itu, DWP Kemenag Gresik juga menyimak pemaparan dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo, selaku narasumber utama. Sugiyo mengapresiasi kontribusi besar lembaga pendidikan DWP dan menyampaikan bahwa tata kelola DWP Jatim mendapat respons positif dari Penasihat DWP Kemenag RI. Ia mendorong agar pengembangan mutu dan pembenahan fasilitas terus diakselerasi.
Partisipasi DWP Kemenag Gresik dalam seminar ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam merumuskan program kerja strategis, melakukan evaluasi, serta meningkatkan daya dukung dan mutu lembaga pendidikan DWP di wilayah Kabupaten Gresik.