Gresik (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik bergerak aktif mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan berbasis syariah di tingkat akar rumput. Langkah ini diwujudkan melalui penerjunan 36 pegawai yang terdiri atas penghulu serta penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Gresik dalam kegiatan Program Roadshow Pasar Modal Syariah yang digelar di Aula MUI Gresik, Selasa (20/10/2026).
Keikutsertaan ASN ini bertujuan memperluas wawasan para edukator masyarakat agar mampu mendampingi umat dalam memilih instrumen investasi yang aman, legal, serta sesuai prinsip syariat Islam. Langkah strategis ini dinilai krusial mengingat arus informasi keuangan di tengah masyarakat semakin dinamis.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, hadir langsung dalam agenda tersebut didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Nelly Afroh. Kehadiran pimpinan Kemenag Gresik ini menegaskan komitmen lembaga dalam mengintegrasikan program bimbingan keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk optimalisasi potensi tata kelola dana sosial keagamaan dan investasi syariah.
Dalam pemaparannya, Kepala Wilayah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Cita Mellisa, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pasar modal syariah menunjukkan tren positif yang sangat signifikan. Saat ini jumlah investor di Indonesia telah menembus 137 juta orang, dengan lonjakan pertumbuhan investor di Jawa Timur mencapai 48 persen secara keseluruhan.
"Kami bersama OJK selalu mengedepankan informasi yang aktual dan terpercaya. Tidak perlu khawatir, bursa modal Indonesia sangat layak serta mengedepankan keterbukaan informasi untuk memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat," tegas Cita Mellisa di hadapan para peserta.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, dalam sambutannya menekankan bahwa Kabupaten Gresik saat ini menduduki posisi pertama dalam realisasi investasi di Jawa Timur. Kondisi ini menjadikan Gresik sebagai wilayah paling strategis untuk pengembangan instrumen pasar modal dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui pembekalan ini, para penyuluh dan penghulu Kemenag Gresik tidak hanya menjalankan peran pembinaan spiritual, tetapi juga hadir sebagai agen literasi keuangan syariah. Bekal pemahaman ini diharapkan langsung berimbas pada meningkatnya kesadaran masyarakat Gresik dalam mengelola keuangan secara produktif dan terhindar dari praktik investasi ilegal.