Gresik, 6 Agustus 2026
Keberadaan anak berkebutuhan khusus di tengah masyarakat menuntut kesiapan keluarga dalam memberikan pengasuhan yang tepat, adil, dan penuh penerimaan. Menjawab kebutuhan tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik mengambil bagian dalam penguatan kapasitas pendampingan anak inklusi guna mendorong kemandirian dan rasa percaya diri anak-anak luar biasa di wilayah Gresik.
Langkah penguatan ini diikuti jajaran pengurus dan anggota DWP Kemenag Gresik melalui agenda Parenting Pendidikan Inklusif bertema "Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak Inklusi" yang diselenggarakan oleh DWP Kanwil Kemenag Jawa Timur secara hibrida pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Pembagian titik partisipasi dilakukan secara terpadu. Ketua DWP Kantor Kemenag Gresik, Masarin Natik Faiq, hadir secara langsung di aula Kanwil Kemenag Jawa Timur sebagai pusat kegiatan. Sementara itu, pengurus dan anggota DWP Kemenag Gresik menyimak seluruh rangkaian arahan materi secara kolektif melalui saluran Zoom Meeting dari Kantor Kemenag Gresik dan unit kerja masing-masing dengan mengenakan busana nuansa merah putih dalam memperingati HUT Kemerdekaan ke-81 RI.
Keikutsertaan DWP Kemenag Gresik dalam forum edukasi ini menjadi modal penting untuk menyelaraskan arah pendampingan keluarga di tingkat kabupaten. Melalui pemaparan materi dari praktisi pendidikan luar biasa Mohamad Ali Muhaidhori serta pembagian pengalaman nyata (best practice) dari Mohammad Irfan Ramadhan, para peserta mendapatkan wawasan teknis mengenai pendekatan psikologis dan metode pengasuhan persuasif bagi anak berkebutuhan khusus.
Ketua DWP Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kholilati Bahtiar, menekankan bahwa edukasi ini dirancang untuk memberikan dampak langsung pada kualitas pengasuhan anak di setiap daerah.
"Anak-anak berkebutuhan khusus adalah tanggung jawab kita bersama. Bunda Inklusi bukan sekadar seremoni, tetapi harus membawa dampak hingga ke daerah masing-masing. Kita harus mendukung mereka untuk bertumbuh menjadi anak yang tangguh dan percaya diri," ujar Kholilati Bahtiar.
Selain penajaman pola asuh inklusif, agenda yang disimak secara daring oleh DWP Kemenag Gresik ini dibekali dengan sosialisasi literasi keuangan keluarga dari Pegadaian. Pengetahuan ini menjadi pendukung penting bagi para orang tua dalam mengelola perencanaan ekonomi keluarga secara berkelanjutan, khususnya dalam menjamin kepastian pendidikan anak jangka panjang.
Melalui keikutsertaan aktif dalam webinar edukasi ini, DWP Kemenag Gresik berkomitmen meneruskan pemahaman dan strategi pengasuhan inklusif kepada seluruh anggota serta masyarakat luas di Kabupaten Gresik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan mampu menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang ramah, empati, serta mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus secara optimal.