Gresik, 3 Agustus 2026
Ribuan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Gresik berkumpul di Pondok Pesantren Al-Falah, Desa Petung, Kecamatan Panceng, untuk membuktikan potensi diri dan menguatkan ukhuwah. Sebanyak 1.242 delegasi dari 18 kecamatan berlaga dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Ke-7 Tingkat Kabupaten Gresik yang diselenggarakan oleh DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Gresik pada hari Minggu, (2/8/2026).
Ajang dua tahunan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat peran Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai benteng karakter bangsa dan penyempurna pendidikan keagamaan Islam di tengah arus globalisasi. Perlombaan mencakup 14 cabang olahraga dan seni di tingkat Awaliyah serta cabang eksebisi tingkat Wustha, seperti Tahfidz Juz 30, MQK Safinatunnaja, Cerdas Cermat Diniyah, hingga ajang atletik dan seni.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pd. Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Wayan Kurniawan, menegaskan bahwa PORSADIN merupakan instrumen penting untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis dan agama, melainkan juga memiliki ketahanan fisik serta kreativitas seni yang tinggi.
"Harapan kami kegiatan ini melahirkan bibit-bibit unggul yang mengharumkan nama Indonesia di masa mendatang. Kami juga berpesan kepada FKDT agar terus menyadarkan masyarakat akan peran dan fungsi Madrasah Diniyah Takmiliyah, terutama dalam membangun kesadaran keagamaan yang moderat dan pemenuhan pembelajaran pendidikan agama Islam," ujar Wayan Kurniawan saat memberikan sambutan.
Pemerintah terus mendorong seluruh pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan agar menempatkan Madrasah Diniyah Takmiliyah pada posisi yang semestinya. Hal ini mengingat besarnya kontribusi lembaga diniyah dalam merawat paham keagamaan yang ramah, santun, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Melalui pelaksanaan PORSADIN Ke-7 ini, santri diharapkan mampu menunjukkan ragam prestasi nyata kepada masyarakat luas. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen berkelanjutan dalam membangun sinergi antar-lembaga keagamaan demi mewujudkan generasi penerus yang berakhlak mulia, berprestasi, dan cinta tanah air.