Tekan Angka Stunting, KUA Manyar Gandeng PLKB Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Catin

Tekan Angka Stunting, KUA Manyar Gandeng PLKB Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Catin

Gresik, 24 Juni 2026



Langkah preventif terhadap ancaman stunting dan kerapuhan rumah tangga terus digencarkan di tingkat kecamatan. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Manyar bersama Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) mengambil langkah konkret dengan memberikan edukasi terpadu kepada para calon pengantin (catin). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap pasangan baru memiliki kesiapan lahir dan batin sebelum memasuki jenjang pernikahan.



Upaya kolaboratif yang berlangsung di Balai Nikah KUA Manyar ini menyasar langsung akar persoalan hulu stunting, yakni kesiapan calon ibu dan ayah. Melalui pembekalan komprehensif, para catin diarahkan untuk tidak hanya fokus pada persiapan seremonial akademik pernikahan, melainkan pada esensi pembangunan ketahanan keluarga dan pemenuhan gizi masa depan anak.



Penyuluh Agama KUA Manyar, Nurul Kholifah, menegaskan bahwa pondasi utama sebuah pernikahan adalah terwujudnya keluarga sakinah. Konsep sakinah tidak boleh sekadar menjadi slogan, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui kedamaian dan rasa aman antaranggota keluarga.



"Tujuannya adalah menciptakan suasana keluarga yang damai, tempat setiap anggota merasa aman, dihargai, dan bahagia secara spiritual maupun emosional. Jika pondasi psikologis dan spiritual ini kuat, maka fungsi-fungsi keluarga lainnya akan berjalan optimal," ujar Nurul Kholifah saat memberikan materi.



Selaras dengan aspek spiritual, sisi kesehatan fisik dan pemenuhan nutrisi menjadi sorotan utama dalam kolaborasi ini. PLKB Kecamatan Manyar menggarisbawahi bahwa intervensi stunting terbaik harus dimulai sebelum terjadinya konsepsi atau kehamilan. Kematangan usia dan pemahaman regulasi kesehatan reproduksi menjadi variabel penentu.



Penyuluh PLKB Kecamatan Manyar, Lilik, menjelaskan bahwa kecukupan gizi sejak sebelum menikah akan berdampak langsung pada kualitas janin yang akan dilahirkan kelak. Pemotongan mata rantai stunting di Kecamatan Manyar ditargetkan dapat berjalan lebih efektif melalui skrining dan edukasi pra-nikah yang ketat seperti ini.



"Calon pengantin harus mempersiapkan kesehatan fisik dan mental, usia matang, serta kecukupan gizi agar kelak melahirkan generasi bebas stunting," tegas Lilik di hadapan para peserta.



Melalui integrasi penyuluhan agama dan kesehatan ini, KUA Manyar berharap angka perselisihan rumah tangga serta angka stunting di wilayah kerja mereka dapat ditekan secara signifikan. Edukasi ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir mendampingi masyarakat sejak titik awal pembentukan unit sosial terkecil, yaitu keluarga. Ke depan, program serupa akan dilaksanakan secara berkala dan terukur untuk memastikan seluruh catin di wilayah Manyar mendapatkan hak edukasi yang sama demi masa depan generasi bangsa yang lebih unggul.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup