Sinergi Kemenag dan DLH Gresik, Perkuat Gerakan Pesantren Ramah Lingkungan Berbasis Ekoteologi

Sinergi Kemenag dan DLH Gresik, Perkuat Gerakan Pesantren Ramah Lingkungan Berbasis Ekoteologi

Gresik (Humas) – Sebanyak 30 pondok pesantren di Kabupaten Gresik bersiap mentransformasi kawasan hunian santri menjadi pusat pengelolaan lingkungan berbasis ajaran Islam. Langkah nyata ini diwujudkan melalui Workshop Pesantren Ramah Lingkungan yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Selasa (29/9/2026).



Program Ekopesantren hadir untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam kurikulum dan kehidupan harian pesantren. Melalui pendekatan fikih lingkungan, para santri diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pilar keimanan dan akhlak mulia.



Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Gresik, Wayan Kurniawan, menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama perubahan sosial, termasuk dalam isu kelestarian alam dan lingkungan hidup.



"Pondok pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan laboratorium iman yang mempraktikkan ajaran Islam secara holistik. Melalui penerapan fikih lingkungan, santri belajar bahwa merawat bumi adalah bentuk ibadah dan wujud nyata kesalehan sosial," ujar Wayan Kurniawan di sela-sela kegiatan.



Dalam workshop tersebut, perwakilan pengelola pesantren dibekali keterampilan praktis dalam empat pilar utama Program Ekopesantren. Pertama, pengelolaan sampah mandiri, di mana santri dilatih memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah plastik dialirkan ke bank sampah untuk didaur ulang.



Kedua, efisiensi dan konservasi sumber daya air serta energi, khususnya edukasi hemat air saat berwudhu dan pengelolaan limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan pemukiman sekitar. Ketiga, mewujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan kosong untuk kebun hidroponik, pertanian organik, penanaman pohon pelindung, hingga budidaya perikanan.



Keempat, penanaman edukasi ekoteologi, yakni mengontekskan ayat-ayat Al-Qur'an dan Sunnah Nabi ke dalam ilmu pengetahuan modern. Langkah ini bertujuan membangun kesadaran kritis bahwa merawat alam adalah kewajiban keagamaan.



Dukungan terhadap program ini juga mengalir dari unsur legislatif dan pemerintah daerah. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Wongso Negoro, Anggota DPRD Kabupaten Gresik Catur Dadang Rahardjo, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Sri Subaidah. Sinertgitas antarinstansi ini diharapkan mempercepat terwujudnya pesantren yang mandiri, bersih, dan asri di seluruh wilayah Gresik.



Melalui integrasi tata kelola lingkungan modern dan pemahaman agama yang mendalam, program ini diproyeksikan mampu melahirkan generasi santri yang mandiri, berwawasan ekologis, serta siap menjadi pelopor kelestarian lingkungan di tengah masyarakat.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup