Gresik (Humas) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh upaya menjaga moralitas, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengerahan lebih dari 150 penyuluh agama yang tersebar diseluruh Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan, Kemenag Gresik mengintensifkan bimbingan keagamaan serta edukasi kesehatan secara langsung maupun daring demi membentengi generasi muda dari perilaku maksiat dan ancaman penyakit menular.
Langkah strategis ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, dalam forum audiensi bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Gresik, Dinas Satpol PP, Dinas Sosial, serta Forum Peduli Gresik (FPG) di Ruang Rapat Bakesbangpol Gresik, Selasa (29/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Ali Faiq mengungkapkan bahwa masalah sosial dan kesehatan berdampak nyata pada kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik. Berdasarkan data yang dihimpun Forum Peduli Gresik, sebanyak 60 persen kuota tenaga kerja lokal di berbagai pabrik industri kawasan Gresik tidak dapat terpenuhi akibat kendala kesehatan para calon pekerja.
Menanggapi tantangan tersebut, Kemenag Gresik mengambil peran aktif dalam gerakan Gresik Peduli melalui penguatan program edukasi berbasis komunitas dan lembaga pendidikan. Salah satu langkah terobosan yang terus dimasifkan adalah Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) serta Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin.
"Kemenag Gresik memiliki lebih dari 150 penyuluh agama yang bertugas di KUA tiap kecamatan. Mereka tidak hanya memberikan bimbingan spiritual, tetapi juga mengedukasi calon pengantin dan anak-anak sekolah agar terhindar dari perbuatan negatif, penyakit menular, serta perilaku maksiat yang dapat merusak masa depan mereka," ujar Muhammad Ali Faiq.
Selain pembinaan karakter dan mentalitas generasi muda, Kemenag Gresik juga mempercepat pendampingan sertifikasi halal melalui penyuluh agama di tiap kecamatan. Upaya ini ditujukan untuk memastikan ketahanan ekonomi warga serta menjamin rasa aman masyarakat dalam mengonsumsi produk lokal.
Pihaknya menegaskan terbuka lebar untuk berkolaborasi dengan Pemkab Gresik, organisasi masyarakat, maupun elemen sipil dalam berbagai sektor layanan, mulai dari keagamaan, pendidikan, pengelolaan wakaf, hingga penanganan isu sosial regional.
Sinergi lintassektoral ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Bakesbangpol Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan, yang menilai kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, instansi vertikal seperti Kemenag, dan elemen masyarakat menjadi kunci utama menciptakan kondusivitas serta kemajuan daerah. Lewat keterlibatan aktif penyuluh agama di lapangan, Kemenag Gresik optimistis predikat Gresik sebagai Kota Santri dapat terus terjaga seiring peningkatan kualitas hidup dan keagamaan warga.