Gresik, 21 Juli 2026
Rasa cemas dan kebingungan menghadapi masa purna tugas kini berubah menjadi optimisme bagi 92 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik. Melalui kegiatan Sosialisasi Layanan Ketaspenan, Taspen Life, Perbankan, dan Kewirausahaan, para pegawai yang semula awam mengenai pengelolaan hak pensiun dan aktivitas pascadinas kini mendapatkan pemahaman yang utuh dan aplikatif.
Acara yang digelar di Aula Al Ikhlas Kemenag Gresik ini menghadirkan kolaborasi erat bersama PT Taspen dan Bank Mandiri Taspen Surabaya. Agenda ini terbukti membawa dampak positif nyata: membuka wawasan para calon pensiunan periode 2026–2028 agar terhindar dari rasa 'kehilangan arah' serta terproteksi dari risiko kejahatan keuangan.
Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, mengungkapkan bahwa perubahan pemahaman ini sangat krusial mengingat banyak pensiunan yang kerap bingung mengisi waktu luang setelah puluhan tahun bekerja.
"Banyak pegawai yang semula khawatir tidak tahu harus berbuat apa setelah pensiun. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan mereka bahwa masa purna tugas justru momentum emas untuk berkarya dalam bentuk lain secara lebih tenang dan terarah," ujar Muhammad Ali Faiq.
Dampak pembekalan ini kian terasa saat peserta diajak memahami kesiapan mental, kesehatan, hingga peluang usaha mandiri. Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Surabaya, Aloycius Valentino Buaton, menekankan pentingnya tiga pilar utama agar masa pensiun tetap berdaya dan membahagiakan.
"Tiga pilar dari Mandiri Taspen yaitu Mantap Aktif, Mantap Sehat, dan Mantap Sejahtera. Diharapkan kelak ketika Bapak dan Ibu menjalani masa purna tugas, tetap aktif, sehat, dan sejahtera," terang Aloycius Valentino Buaton.
Tak hanya paham soal peluang wirausaha, para peserta yang sebelumnya rentan menjadi sasaran penipuan kini dibekali literasi keamanan informasi. Service Sector Head Layanan, Arum Sekar Kinasih, memberikan pemahaman tegas terkait perlindungan hak keuangan para pensiunan.
"Edukasi ini membuat para calon pensiunan menjadi melek informasi. Mereka yang semula mudah tergiur atau panik oleh kabar simpang siur pencairan dana, kini paham langkah verifikasi resmi sehingga hak-hak keuangan mereka tetap aman dari kejahatan penipuan" tegas Arum Sekar Kinasih.
Dengan adanya edukasi komprehensif ini, 92 ASN Kemenag Gresik tidak hanya sekadar memahami prosedur administrasi purna tugas, tetapi juga mengantongi kesiapan mental, literasi keuangan yang kuat, serta keberanian untuk tetap produktif di tengah masyarakat.