Gresik (Humas) – Peningkatan kualitas pelayanan keagamaan bagi masyarakat Kabupaten Gresik terus diperkuat melalui langkah penyegaran organisasi. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik merotasi kepemimpinan 11 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai upaya mengakselerasi efektivitas tata kelola dan mutu layanan di tingkat kecamatan.
Penyegaran struktur kepemimpinan tersebut ditandai dengan penyerahan dokumen pelantikan yang berlangsung pada Senin (12/10/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh program keagamaan, bimbingan masyarakat, hingga pencatatan nikah dapat diakses secara lebih cepat, transparan, dan akuntabel oleh warga.
Sebanyak 11 pejabat yang menerima penugasan baru mencakup Kepala KUA Kecamatan Kebomas, Manyar, Menganti, Dukun, Bungah, Cerme, Sidayu, Ujungpangkah, Wringinanom, Kedamean, dan Panceng. Rotasi ini diproyeksikan memberi energi baru dalam merespons dinamika kebutuhan layanan keagamaan di tiap wilayah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menjelaskan bahwa penataan posisi dalam instansi pemerintah merupakan hal penting untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan aparatur di tengah masyarakat.
"Allah tidak akan salah dalam menempatkan hamba-Nya di manapun bertugas. Penugasan ini adalah amanah untuk memperluas kemanfaatan dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," ujar Muhammad Ali Faiq.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja kolektif seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhasil mempertahankan suasana kerja positif serta iklim operasional yang kondusif sepanjang tahun ini.
"Sepanjang tahun ini penilaian Kantor Kemenag Gresik berada dalam kondisi yang sangat kondusif. Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ASN Kemenag Gresik atas kerja keras dan dedikasinya dalam memberikan pelayanan prima, baik pelayanan internal maupun eksternal kepada masyarakat luas," tegasnya.
Ke depan, jajaran Kepala KUA yang baru dilantik diharapkan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing guna mempercepat pelaksanaan agenda prioritas. Penataan ini menjadi pijakan penting bagi Kemenag Gresik dalam menghadirkan garda terdepan layanan keagamaan yang semakin berdampak langsung bagi masyarakat.