Gresik (Humas) - Pasokan air bersih sebanyak 6 truk tangki dengan total 1,2 juta liter mulai mengalir ke pemukiman warga yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau di kawasan Benjeng dan sekitarnya. Penyaluran bantuan ini hasil sinergi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Forum Zakat Daerah (FOZDA), BAZNAS, dan BPBD Kabupaten Gresik pada Selasa (6/10/2026) untuk meredam dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.
Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, menjadi bukti nyata optimalisasi dan pendayagunaan dana zakat, infak, serta sedekah agar manfaatnya langsung dirasakan oleh publik. Melalui gerakan "Kolaborasi Sejuta Liter Air Bersih", armada tangki air dikirim langsung untuk menyisir pemukiman warga di wilayah Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang yang mengalami penyusutan debit air.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, turun langsung mengawal pendistribusian air di lapangan bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Nelly Afroh. Kehadiran jajaran Kemenag Gresik ini memastikan pasokan dari seluruh armada tangki terbagi secara merata dan menjangkau keluarga penerima manfaat secara tepat sasaran.
Muhammad Ali Faiq menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Agama tidak hanya terbatas pada pelayanan keagamaan administratif, melainkan hadir memberikan solusi nyata atas persoalan sosial dan krisis kemanusiaan di tengah masyarakat.
"Pengelolaan zakat dan dana sosial keagamaan harus cepat serta nyata manfaatnya bagi warga, terlebih di saat masyarakat menghadapi krisis air bersih. Sinergi antara Kemenag, lembaga amil zakat, dan pemerintah daerah ini merupakan wujud komitmen kita bersama dalam meringankan beban masyarakat," ujar Muhammad Ali Faiq saat mendampingi penyerahan air di Desa Sirnoboyo.
Di lokasi pendistribusian, deretan jerigen dan drum penampungan milik warga tampak berjejer rapi mengisi kebutuhan harian. Tim Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Gresik bersama para relawan juga menyisir kediaman warga lansia dan warga yang memiliki keterbatasan fisik untuk memastikan kebutuhan air bersih mereka terpenuhi.
Inisiatif terpadu ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan sanitasi, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga hingga kondisi pasokan air warga kembali normal.