Gresik (Humas) – Ideologi Pancasila menjadi fondasi utama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkokoh kedaulatan bangsa. Menindaklanjuti Pedoman Surat Edaran Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menjadwalkan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 pada Kamis, 1 Oktober 2026, berlokasi di Halaman Kantor Induk Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 39, Gresik.
Upacara yang mengusung tema besar "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" ini menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran kepemimpinan dan pegawai, meliputi Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha, para Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat Wakaf, Pengawas Madrasah, Pengawas PAIS, Kepala KUA dari wilayah Cerme, Sidayu, Kebomas, Ujungpangkah, dan Dukun, serta seluruh ASN di lingkungan Kantor Induk Kemenag Gresik dengan mengenakan seragam KORPRI lengkap.
Peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan seremonial, melainkan momentum strategis untuk menegaskan komitmen ASN Kemenag Gresik dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pada layanan keagamaan dan pendidikan sehari-hari. Berbagai jajaran pelayanan publik, mulai dari KUA, pengawas madrasah, hingga penyuluh agama, didorong untuk menjadikan nilai keadilan dan toleransi sebagai standar keberhasilan tugas.
Inspektur Upacara sekaligus Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai acuan moral pengabdian seluruh jajaran Kemenag Gresik.
"Pancasila bukan hanya fondasi sejarah, melainkan benteng utama yang menyatukan keberagaman bangsa. Di lingkungan Kemenag Gresik, nilai-nilai Pancasila harus mewujud dalam pelayanan publik yang adil, responsif, dan tanpa diskriminasi, demi terciptanya kerukunan umat beragama menuju Indonesia yang berdaulat dan makmur," tegas Muhammad Ali Faiq.
Kehadiran jajaran pengawas madrasah dan PAIS serta para Kepala KUA dari kecamatan; Cerme, Sidayu, Kebomas, Ujungpangkah, dan Dukun menjadi faktor kunci dalam mentransformasikan pesan kerukunan ini langsung ke tengah masyarakat dan lembaga pendidikan. Melalui peringatan ini, Kemenag Gresik optimistis mampu memperkuat ketahanan moral dan sosial ASN dalam menghadapi tantangan integrasi bangsa, sekaligus memastikan manfaat layanan keagamaan dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Gresik.