Jombang – Sebanyak 34 guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Gresik merancang arah baru pendampingan peserta didik yang lebih inovatif, terintegrasi, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan studi tiru ke MAN 3 Jombang serta penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Polindo Internasional dan STIE Pemuda Surabaya di Asriloka Wonosalam, Jombang, Selasa (6/10/2026).
Kerja sama strategis dengan dua perguruan tinggi Surabaya tersebut menjadi pijakan konkret bagi para pendidik untuk memperluas akses informasi studi lanjut, pemetaan potensi akademik, hingga perencanaan karir peserta didik madrasah aliyah di Kabupaten Gresik. Melalui sinergi ini, peran bimbingan konseling di madrasah semakin diperkuat agar tidak hanya berfokus pada penyelesaian kendala disiplin siswa, melainkan juga membukakan jalan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan studi tiru ke MAN 3 Jombang untuk melihat dari dekat pengelolaan bimbingan dan konseling yang modern, terstruktur, serta berdampak langsung pada pembentukan karakter siswa. Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendalami tata kelola layanan klasikal, teknik konseling individu, penyusunan program karir, penanganan dinamika remaja, hingga digitalisasi administrasi BK yang tertib dan efisien.
Pengawas Pendamping Mibrotul Fuadah, mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, menyampaikan bahwa keberangkatan rombongan MGBK MA Gresik memiliki tiga tujuan utama. Pertama, silaturahmi untuk meniru kebaikan dari program BK MAN 3 Jombang yang terbukti sistematis dan inovatif. Kedua, menggali ilmu praktis mengenai efektivitas konseling, administrasi, serta kolaborasi lintas linimasa antara guru BK, tim Kurikulum, Kesiswaan, dan Wali Kelas. Ketiga, membangun jejaring persaudaraan antarmadrasah.
"Kami tidak datang untuk membandingkan, tetapi untuk meniru kebaikan yang ada di MAN 3 Jombang. Kami ingin MGBK MA Kabupaten Gresik tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan memiliki jejaring saudara dan tempat berdiskusi agar layanan konseling di Gresik terus berkembang," ujar Mibrotul Fuadah di hadapan para peserta.
Usai agenda studi tiru dan penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan fun team building di Asriloka Wonosalam. Pelatihan interaktif ini dirancang untuk mengikis kejenuhan kerja, mengasah komunikasi interpersonal, memperkuat kepercayaan antarpendidik, serta menumbuhkan soliditas tim dalam menghadapi tantangan pendampingan siswa di madrasah masing-masing.
Melalui konsolidasi menyeluruh ini, MGBK MA Kabupaten Gresik berkomitmen menerapkan hasil pembelajaran dan poin-poin kerja sama secara konsisten. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar di madrasah aliyah yang lebih inklusif, ramah anak, dan menginspirasi seluruh peserta didik.