Gresik (Humas) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Gresik memperluas jangkauan program sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui pengukuhan pengurus DWP KUA Wilayah Kerja (Wilker) 2 pad hari Rabu (7/10). Penggabungan potensi dari empat kecamatan yaitu Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan Duduksampeyan ini diproyeksikan mempercepat lahirnya program terpadu yang langsung menyasar kebutuhan warga di tingkat tapak.
Langkah pengintegrasian wilayah kerja ini menjadi strategi kunci DWP Kemenag Gresik dalam mentransformasi peran organisasi perempuan. Tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif, pengurus di level kecamatan kini didorong aktif mengambil peran dalam pembangunan karakter keluarga, penataan tata kelola organisasi yang transparan, hingga aksi kepedulian lingkungan secara konsisten.
Integrasi empat wilayah KUA dalam satu komando Wilker 2 terbukti memangkas sekat koordinasi antar-kecamatan. Kehadiran struktur terpadu ini mempermudah alokasi sumber daya dan penyelarasan program kerja, sehingga ragam kegiatan seperti pendampingan keluarga sakinah, edukasi kesehatan, hingga bakti sosial dapat dijalankan secara serentak dengan skala manfaat yang lebih luas.
Ketua DWP Kemenag Gresik, Masarin Natik Faiq, menekankan bahwa integrasi wilayah ini menuntut standar pengelolaan organisasi yang modern dan transparan. Penguatan tata kelola dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap agenda yang direncanakan dapat dievaluasi dampak langsungnya bagi masyarakat.
" Momentum pengukuhan dan pembinaan organisasi ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengurus, memperkuat administrasi, menyusun program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat, serta melaksanakan setiap kegiatan dengan tertib dan berkesinambungan," tegas Masarin Natik Faiq saat memberikan pengarahan.
Guna menjaga keberlanjutan program, DWP Kemenag Gresik menerapkan mekanisme pengawasan yang terukur. Setiap unit KUA kecamatan kini diwajibkan menggelar rapat pleno berkala setiap dua bulan sekali. Perwakilan pengurus diwajibkan hadir secara konsisten serta menyusun laporan kinerja tertulis yang diserahkan langsung ke tingkat kabupaten sebagai bahan evaluasi berkala.
Kedisiplinan anggota dan tertib atribut resmi juga diperketat sebagai bagian dari pembentukan budaya kerja yang profesional. Melalui tata kelola yang tertib, DWP Kemenag Gresik optimis mampu menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang tidak hanya menyokong tugas Kemenag, tetapi juga dirasakan langsung keuntungannya oleh seluruh lapisan masyarakat di Gresik.