Gresik, 6 Agustus 2026
Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) mendapatkan penguatan manajemen keuangan strategis di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gresik, Rabu (5/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan para wirausahawan lokal mampu menentukan Harga Pokok Produksi (HPP) secara presisi guna meningkatkan ketahanan finansial dan daya saing produk di pasar bebas.
Melalui kerja sama strategis antara KUA Kecamatan Gresik dan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), kegiatan ini menghadirkan pakar pendampingan bisnis, Coach Arfin, sebagai fasilitator utama. Pelatihan berfokus pada pembongkaran kendala klasik UMKM, seperti pencampuran keuangan pribadi dan usaha serta ketidakmampuan menghitung variabel biaya bahan baku, tenaga kerja, dan operasional secara akurat.
Kepala KUA Kecamatan Gresik, Nasichun Amin, menegaskan bahwa peran KUA saat ini telah bertransformasi tidak hanya melayani urusan keagamaan dan pencatatan nikah, tetapi juga menjadi simpul pemberdayaan kesejahteraan masyarakat. Pendampingan ekonomi bernilai tambah tinggi menjadi salah satu pilar utama Kemenag dalam mengentaskan kemiskinan berbasis pemberdayaan tempat ibadah dan lembaga keagamaan.
"Program PEU ini dirancang untuk memastikan penerima manfaat tidak sekadar menerima bantuan modal usaha, tetapi juga dibekali keterampilan manajerial yang berkelanjutan. Pemahaman HPP yang akurat adalah pondasi utama agar UMKM tidak mengalami kerugian terselubung dan bisa berkembang secara mandiri," ujar Nasichun Amin saat memberikan sambutan pembuka.
Dalam sesi pemaparan materi, Coach Arfin memandu para peserta secara interaktif untuk membedakan antara biaya tetap dan biaya variabel. Setiap peserta diajak merinci komponen biaya usaha masing-masing, mulai dari penyusutan alat hingga alokasi tenaga kerja owner, yang sering kali terabaikan dalam penentuan harga jual.
"Mayoritas pelaku usaha kecil mematok harga berdasarkan harga pasar pesaing tanpa tahu berapa biaya riil yang mereka keluarkan. Akibatnya, barang laku keras tetapi tabungan tidak pernah bertambah. Melalui simulasi Perhitungan HPP ini, peserta bisa menetapkan marjin keuntungan secara terukur dan logis," jelas Coach Arfin di hadapan para peserta pelatihan.
Sinergi berkelanjutan bersama YDSF ini akan dilanjutkan dengan tahap monitoring lapangan untuk memastikan skema perhitungan HPP diterapkan langsung dalam pembukuan mingguan para peserta. Lewat penguatan aspek tata kelola keuangan ini, Kementerian Agama Kabupaten Gresik optimistis para pelaku UMKM binaan mampu melompat menjadi entitas bisnis yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.