Mutu Madrasah Kian Meningkat, Kemenag Gresik Perkuat Kompetensi Guru Sekaligus Benahi Kesejahteraan

Mutu Madrasah Kian Meningkat, Kemenag Gresik Perkuat Kompetensi Guru Sekaligus Benahi Kesejahteraan

Gresik, 24 Juni 2026 

Akselerasi kompetensi tenaga pendidik menjadi kunci utama dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif digitalisasi global. Melalui Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Cerme, para guru madrasah kini dibekali kemampuan materi kokurikuler dan penguatan teknologi digital untuk melahirkan ekosistem belajar yang adaptif namun tetap berbasis nilai-nilai agama.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui Workshop Peningkatan Kompetensi, Profesionalitas, dan Kreativitas Guru MI se-Kecamatan Cerme yang digelar di Aula MAN 2 Gresik, Benjeng. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kualitas pengajaran dan adaptasi teknologi informasi di lingkungan madrasah ibtidaiyah.

Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, hadir langsung untuk membuka acara sekaligus memberikan arahannya. Dalam pemaparannya, ia menganalogikan pentingnya kedekatan manusia dengan Al-Qur'an melalui perumpamaan yang mendalam. Kulit sapi atau kambing yang biasa saja akan naik kelas dan memiliki nilai yang sangat tinggi apabila dirangkai menjadi sampul kitab suci Al-Qur'an. Begitu pula dengan martabat para guru dan siswa yang akan terangkat jika senantiasa mendekatkan diri pada petunjuk illahi.

Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh tenaga pendidik di Kecamatan Cerme untuk membudayakan tradisi membaca Al-Qur'an bersama siswa sebelum memulai proses belajar-mengajar demi menghadirkan keberkahan di kelas. Penguatan spiritual ini dinilai sangat krusial di tengah derasnya arus budaya asing yang masuk tanpa sekat ke dalam gawai para siswa. Filter utama dari gempuran informasi tersebut bukan lagi perangkat kerasnya, melainkan kekuatan karakter dan benteng moral yang ada di dalam diri masing-masing individu.

Selain menyoroti peningkatan mutu pengajaran, Muhammad Ali Faiq juga memaparkan komitmen instansinya dalam membenahi tata kelola internal, khususnya terkait pemenuhan hak-hak guru seperti honorarium dan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Kemenag Gresik terus berupaya mencari solusi terbaik atas dinamika regulasi penganggaran yang kerap memicu polemik di lapangan.

"Di bidang Pendidikan Madrasah, kami menerapkan kebijakan khusus untuk tidak mencairkan dana selama serapan anggaran tersebut belum penuh atau belum mencapai satu tahun anggaran. Hal ini berbeda dengan sektor Pendidikan Agama Islam (PAIS) yang harus mencairkan berapapun ketersediaan anggaran yang ada, meskipun kuota tiap daerah berbeda-beda. Perbedaan mekanisme inilah yang memicu riak polemik. Guna mengatasinya, anggaran untuk guru-guru yang sudah tersedia saat ini akan kita merger, dan kami memohon dukungan penuh dari seluruh pihak agar proses ini berjalan lancar," ujar Muhammad Ali Faiq di hadapan ratusan peserta workshop.

Langkah penataan ini didukung penuh oleh jajaran internal. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Masfufah, turut hadir memberikan pembinaan intensif kepada guru madrasah. Masfufah menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi administrasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas mengajar agar selaras dengan program digitalisasi madrasah yang sedang digulirkan 

Melalui sinergi program penguatan kompetensi digital dan pembenahan kesejahteraan ini, KKMI Kecamatan Cerme diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang tidak hanya profesional di bidang akademik, melainkan juga cakap digital dan matang secara spiritual.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup