Penguatan Pesantren Ramah Anak, Kemenag Gresik Turut Sukseskan Perlindungan Santri dari Kekerasan

Penguatan Pesantren Ramah Anak, Kemenag Gresik Turut Sukseskan Perlindungan Santri dari Kekerasan

Gresik, 25 Juli 2026


Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan anak serta mewujudkan ekosistem pesantren yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui keikutsertaan aktif dan dukungan penuh pada Forum Penguatan Implementasi Pesantren Ramah Anak serta Pencegahan Kekerasan Seksual yang berlangsung di Hotel Santika Gresik, 22–24 Juli 2026.  


Kegiatan tingkat Jawa Timur ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, Turut hadir mendampingi, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, seluruh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta jajaran pimpinan dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah Jawa Timur. Kehadiran para pimpinan tertinggi Kemenag dan tokoh pesantren ini mempertegas keseriusan bersama dalam merumuskan langkah nyata pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan Islam.  


Dalam arahannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menjaga muruah pesantren sebagai lembaga pendidikan moral dan spiritual. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muh. Ali Faiq, menyampaikan bahwa penciptaan lingkungan belajar yang ramah anak merupakan prioritas utama untuk menjamin ketenangan santri maupun orang tua. Penguatan ini tidak hanya berfokus pada regulasi formal, tetapi juga penyediaan kanal pengaduan yang aman dan responsif bagi seluruh warga pesantren.  


"Pesantren harus menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi para santri untuk menimba ilmu. Kami di Kemenag Gresik mendukung penuh arahan Bapak Menteri Agama dan Kakanwil Jatim untuk mendorong implementasi pesantren ramah anak secara konkret, baik melalui edukasi berkelanjutan, penguatan peran pengasuh, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk merespons potensi kekerasan secara cepat," ujar Muh. Ali Faiq di sela-sela kegiatan, Kamis (23/7/2026).  


Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dibekali materi strategis mengenai perumusan kebijakan perlindungan anak, pembentukan budaya pesantren yang inklusif, hingga penguatan gerakan sosial pencegahan kekerasan. Dalam forum ini, Kemenag Gresik turut mendorong optimalisasi platform digital "AMAN" sebagai sarana aduan yang terintegrasi, rahasia, dan responsif. Aplikasi ini memfasilitasi pelaporan dini sekaligus pendampingan korban jika terjadi indikasi kekerasan di lingkungan belajar. Selain itu, pendekatan literasi media sosial dan kampanye digital juga diberikan kepada para pengasuh pesantren untuk mendeteksi serta mencegah potensi kekerasan seksual sejak dini.


Melalui perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan Forum Group Discussion (FGD), Kemenag Gresik bersama jajaran Kemenag se-Jawa Timur serta para pimpinan pesantren menyepakati komitmen bersama untuk mendukung penuh pencegahan kekerasan di lembaga masing-masing. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung berupa rasa aman bagi ribuan santri yang sedang menempuh pendidikan di wilayah Jawa Timur.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup