Gresik, 9 Agustus 2026
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik mendukung penuh pengembangan Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren (KSEKP) sebagai langkah nyata mempercepat kemandirian pesantren dan pengentasan kemiskinan berbasis masyarakat. Program strategis ini diselenggarakan pada Sabtu, (8/8) yang berpusat di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kecamatan Dukun, mencakup pendampingan sertifikasi halal, penguatan pendidikan vokasi SMK berbasis pesantren, layanan psikoedukasi, hingga penyerahan bantuan pemberdayaan ekonomi.
Langkah ini selaras dengan arahan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Kemenag Gresik hadir memfasilitasi integrasi antara pembinaan keagamaan, tata kelola kelembagaan pesantren, dan pengembangan potensi ekonomi daerah.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa pertumbuhan industri daerah harus memberikan dampak langsung bagi warga lokal. Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren menjadi kunci agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.
“Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi masyarakatnya justru tertinggal. Ini yang harus dikoreksi. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan trickle down,” tegas Abdul Muhaimin Iskandar saat memberikan arahan di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Dukun.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diserahkan sertifikat halal bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penandatanganan kerja sama link and match antara SMK berbasis pesantren dengan dunia industri. Sebanyak 35 pesantren dan SMK keagamaan dari seluruh wilayah Kabupaten Gresik turut serta dalam program penguatan kapasitas ini. Selain itu, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memberikan penghargaan khusus kepada Lembaga Pendamping Process Produk Halal (LP3H) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ponpes Ihyaul Ulum atas kontribusinya dalam percepatan wajib halal.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq menegaskan komitmen institusinya untuk terus mendampingi seluruh satuan pendidikan keagamaan agar mampu memanfaatkan program penataan ekonomi ini secara berkelanjutan.
"Kemenag Gresik hadir dan berkomitmen penuh mengawal setiap langkah penguatan pesantren. Kami memastikan ekosistem keagamaan di Gresik siap bertransformasi, tidak hanya melahirkan generasi yang unggul secara spiritual dan akademis, tetapi juga mandiri secara ekonomi serta memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Ke depan, Kemenag Gresik bersama para pemangku kepentingan akan memperluas jangkauan pendampingan sertifikasi produk halal bagi UMKM binaan pesantren, memfasilitasi integrasi kurikulum vokasi, serta memperkuat sinergi dengan lembaga zakat guna memastikan keberlanjutan program KSEKP di seluruh wilayah Gresik.