Gresik, 4 Juli 2026
Kantor Kemenag Gresik mengambil langkah strategis untuk memberikan jaminan kepastian ibadah bagi umat Islam melalui peningkatan akurasi arah kiblat. Sebanyak 140 petugas yang terdiri dari penghulu dan penyuluh agama di seluruh Kabupaten Gresik dibekali keahlian teknis untuk melakukan kalibrasi dan pengukuran arah kiblat secara presisi di tengah masyarakat.
Kasi Bimas Islam Kemenag Gresik menjelaskan bahwa langkah taktis ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat yang memanfaatkan momentum fenomena alam Rashdul Kiblat, yaitu kondisi astronomis saat matahari melintas tepat di atas Ka'bah. Fenomena langka yang hanya terjadi dua kali dalam setahun ini menjadi kesempatan emas bagi pengurus masjid, mushala, maupun masyarakat umum untuk memverifikasi ulang ketepatan arah kiblat bangunan ibadah mereka.
"Kegiatan bimbingan teknis dan simulasi ini merupakan langkah konkret kami dalam menindaklanjuti fenomena alam Rashdul Kiblat yang terjadi dua kali dalam setahun. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pengurus takmir dan masyarakat yang ingin mencocokan arah kiblatnya, di mana proses pendaftaran pelayanan ini kami layani secara terbuka sampai dengan 8 Juli 2026," urai Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Abdul Ghofar, selaku ketua panitia pelaksana.
Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, turun langsung memberikan motivasi bahwa peningkatan kapasitas para petugas lapangan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya nyata negara dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung dan menenteramkan umat. Kompetensi teknis para penghulu dan penyuluh menjadi kunci agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar dan ilmiah terkait tata cara penentuan kiblat.
"Pelatihan ini memuat esensi penting tentang bagaimana aparatur Kemenag hadir memberi kemanfaatan hukum dan spiritual bagi publik. Ketika hati tidak diisi oleh ilmu, maka hati kita akan mati. Karena itu, ilmu astronomi praktis ini harus segera diimplementasikan di lapangan guna membantu masyarakat jelang momentum Rashdul Kiblat," ujar Muhammad Ali Faiq saat memberikan arahan di Aula Al Ikhlas.
Selain fokus pada aspek pemantapan syariat melalui arah kiblat, momentum ini juga digunakan untuk memperkuat integrasi sosial keagamaan. Seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Gresik diinstruksikan untuk menggerakkan program Jumat Bersih di masjid dan mushala terdekat. Gerakan kebersihan ini berjalan simultan dengan pelayanan kalibrasi kiblat di lapangan.
Masyarakat Kabupaten Gresik yang ingin menguji atau mengukur ulang akurasi arah kiblat rumah ibadahnya dapat memanfaatkan layanan ini. Proses pendaftaran dan pengajuan permohonan kalibrasi kiblat dibuka secara resmi hingga tanggal 8 Juli 2026 melalui petugas KUA atau penyuluh agama di wilayah kecamatan masing-masing. Melalui sinergi ini, Kemenag Gresik berharap seluruh fasilitas ibadah umat Islam di wilayahnya memiliki standar akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara syar'i dan ilmiah.