Gresik (Humas) — Sebanyak 1.003 anak dari sembilan cabang lembaga pendidikan memadati Lapangan MIPI untuk mengikuti ajang kreasi dan kompetisi "Mentari Berseri XX". Kegiatan tahunan ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap nilai-nilai sejarah serta tradisi lokal Gresik sejak dini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menegaskan bahwa penanaman nilai budaya dan tradisi daerah kepada generasi muda merupakan langkah krusial di tengah pesatnya perkembangan zaman. Menurutnya, pemahaman akan asal-usul sejarah daerah menjadi fondasi utama pembentukan karakter anak bangsa.
"Tradisi-tradisi yang ada di daerah Gresik harus terus kita lestarikan dan perkenalkan kepada anak cucu kita agar mereka paham akan sejarah dan asal-usulnya. Ajang ini bukan sekadar perlombaan meraih juara, tetapi ada nilai tambah yang jauh lebih penting, yakni terbangunnya kolaborasi dan kreativitas antara orang tua dan anak," ujar Faiq saat memberikan arahan serta memimpin doa pembukaan acara.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang berdedikasi mensukseskan kegiatan berskala besar ini. Sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pembinaan pendidikan anak usia dini dan madrasah.
Sementara itu, Ketua Yayasan PPNUT, Elvi Wahyudi, menyampaikan bahwa pihak yayasan berkomitmen penuh untuk terus menyediakan ruang-ruang ekspresi yang mendidik dan responsif terhadap tumbuh kembang anak. Penyelenggaraan Mentari Berseri yang telah memasuki edisi ke-20 ini menjadi bukti konsistensi lembaga dalam mendampingi potensi anak-anak di Gresik.
"Kami di yayasan meyakini bahwa pendidikan karakter dan kreativitas tidak bisa berjalan sendiri di dalam kelas. Dukungan penuh orang tua dalam kegiatan seperti Mentari Berseri ini memberikan dampak positif bagi rasa percaya diri anak-anak kita," ungkap Elvi Wahyudi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah Ainur Rohmah mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme luar biasa dari para peserta. Guna memberikan motivasi dan apresiasi atas bakat para murid, pihak penyelenggara menyiapkan penghargaan berupa voucher pendidikan bagi para pemenang.
"Tahun ini apresiasi kami wujudkan melalui voucher pendidikan sebesar Rp3.000.000,- untuk Juara 1, Rp2.000.000,- untuk Juara 2, dan Rp1.000.000,- untuk Juara 3. Kami berharap apresiasi ini semakin memicu semangat anak-anak untuk terus berkarya," tutur Ainur Rohmah.
Rangkaian acara Mentari Berseri XX diawali dengan pertunjukan seni silat dan tarian kecil, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Khoirotul Ummah, serta prosesi simbolis pembukaan dengan pemukulan bel. Berbagai cabang lomba digelar serentak hingga siang hari, diwarnai pula dengan hiburan tarian, puisi, peragaan busana, hingga pembagian sembako dan pengumuman pemenang.