Gresik (Humas) — Kebutuhan pelayanan publik kini tak lagi sebatas aspek administratif, tetapi juga menyentuh penguatan mental dan spiritual masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Manyar yang resmi menjalin kerja sama dengan Puskesmas Manyar untuk memberikan pendampingan rohani berkelanjutan bagi para pasien rawat inap serta keluarga yang mendampingi.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar-instansi yang dirangkaikan langsung dengan aksi perdana pendampingan rohani di ruang perawatan Puskesmas Manyar, Rabu (16/9/2026). Inovasi pelayanan ini hadir untuk melengkapi pengobatan medis dengan pendekatan spiritual, sehingga proses pemulihan kesehatan pasien dapat berjalan lebih optimal melalui kesiapan batin yang tenang.
Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup lima poin utama, yaitu pelaksanaan doa dan bimbingan rohani bagi pasien rawat inap maupun kunjungan, penyelenggaraan ceramah singkat serta pembacaan ayat suci Al-Qur'an, pendampingan spiritual bagi keluarga pasien, edukasi rohani tentang kesabaran dan ikhtiar, hingga pelaporan kegiatan secara periodik.
Prosesi penandatanganan kesepakatan dilakukan langsung oleh Kepala KUA Manyar, Khalili, bersama jajaran pimpinan Puskesmas Manyar. Kegiatan ini turut dihadiri para penyuluh agama Islam, di antaranya Muhammad Qutub, Abd. Malik, dan Nurul Kholifah, serta disaksikan langsung oleh tenaga medis, dokter, dan perawat di lingkungan puskesmas.
Kepala KUA Manyar, Khalili, menegaskan bahwa pendampingan spiritual di fasilitas kesehatan memiliki peran kunci dalam membangun ketahanan mental pasien saat menghadapi ujian sakit.
"Bimbingan rohani bagi pasien adalah pelayanan pendampingan spiritual untuk memberikan ketenangan batin, kekuatan mental, dan motivasi agar pasien sabar menghadapi ujian yang sedang ditimpanya. Harapannya, kerja sama ini konsisten dan istikamah selama dua tahun ke depan," ujar Khalili.
Melalui program ini, para penyuluh agama tidak hanya mendampingi pasien secara langsung, tetapi juga memberikan edukasi spiritual kepada keluarga agar tetap tegar selama proses perawatan. Kerja sama strategis berdurasi dua tahun ini diharapkan menjadi tolok ukur baru integrasi layanan keagamaan dan kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Gresik.