Gresik, 23 Juni 2026
Peningkatan mutu kompetensi tenaga pendidik di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) terus dipacu guna melahirkan generasi yang adaptif terhadap teknologi digital namun tetap berbasis pada keluhuran budi pekerti. Melalui Workshop Pemanfaatan Teknologi Digital bagi Pembelajaran yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Driyorejo, para guru dibekali kemampuan taktis dalam mengintegrasikan perangkat digital ke dalam ruang-ruang kelas secara bijak.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons konkret terhadap akselerasi transformasi digital di sektor pendidikan Islam. Penerapan teknologi pengajaran dinilai bukan lagi sekadar pilihan instruksional, melainkan kebutuhan mendasar untuk meningkatkan efektivitas transfer ilmu kepada peserta didik. Hal tersebut selaras dengan komitmen Kementerian Agama dalam melakukan pembenahan internal yang menyeluruh, baik pada aspek infrastruktur teknologi maupun penguatan moral.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi di madrasah wajib berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Di tengah keterbukaan informasi, benteng utama siswa adalah fondasi spiritualitas yang kokoh. Madrasah memegang tanggung jawab penuh agar digitalisasi tidak mencerabut nilai-nilai santun dari diri peserta didik.
"Kemenag sekarang dalam proses berbenah. Akhlak harus menjadi tolak ukur utama bagi siswa dalam menghadapi tantangan lingkungan di luar sana. Oleh karena itu, kita semua wajib mendukung penuh program-program peningkatan mutu di lingkungan Kementerian Agama agar transformasi ini berdampak nyata bagi umat," ujar Muhammad Ali Faiq saat membuka kegiatan di Trawas, Mojokerto.
Akselerasi mutu pembelajaran ini juga bertumpu pada peran sentral guru sebagai figur teladan. Ketua KKMI Driyorejo, Agus Sunaryo, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi oleh tenaga pendidik harus didasari oleh niat belajar yang tulus. Guru dituntut menjadi contoh nyata, baik dalam bersikap maupun dalam memanfaatkan perangkat digital secara produktif dan positif di lingkungan madrasah.
Guna memastikan implementasi teknologi berjalan tepat sasaran, workshop ini menghadirkan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Gresik, Masfufah, dan Ketua Pokjawas Kabupaten Gresik, Mulyono, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Masfufah menggarisbawahi bahwa digitalisasi madrasah diarahkan pada penciptaan ekosistem belajar yang interaktif, transparan, dan mampu mempermudah siswa memahami materi pelajaran secara mendalam.
Melalui penguatan kapasitas ini, seluruh guru MI di Kecamatan Driyorejo diharapkan langsung menerapkan metode pembelajaran digital sekembalinya ke instansi masing-masing. Hasil akhir dari pembinaan berkelanjutan ini ditargetkan mampu mendongkrak indeks mutu kelulusan madrasah yang unggul secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.