Gresik, 30 Juli 2026
Inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) karya pendidik asal Kabupaten Gresik berhasil menembus jajaran terbaik di tingkat Jawa Timur. Rudi Yulianto sukses memboyong penghargaan Bronze Award (Juara 3) kategori AI Project Junior dalam ajang Indonesia Youth Robot Competition (IYRC) East Java 2026 pada Sabtu (25/7/2026).
Capaian prestisius ini menegaskan bahwa kualitas riset serta penguasaan teknologi terapan di lingkungan pendidikan Kabupaten Gresik mampu bersaing di tingkat regional. Dalam ajang berskala Jawa Timur tersebut, proyek kecerdasan buatan yang dikembangkan Rudi Yulianto dinilai berhasil menghadirkan solusi terapan yang presisi, inovatif, serta mudah diimplementasikan untuk mendukung proses pembelajaran modern.
Kompetisi berskala regional ini digagas oleh Indonesia Youth Robot Federation (IYRA Indonesia) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kampong Robot, dan Racer Robotic. Ajang tahunan ini dirancang sebagai wadah strategis dalam memetakan dan meningkatkan kompetensi sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) bagi generasi muda serta tenaga pendidik di era transformasi digital.
Kantor Kemenag Gresik mengapresiasi setinggi-tingginya atas prestasi membanggakan ini. Capaian Rudi Yulianto membuktikan bahwa dedikasi pendidik dalam menguasai teknologi mutakhir mampu melahirkan karya nyata yang diakui publik dan membawa nama baik daerah.
Ketua IYRA Indonesia, Firdiansyah, menegaskan bahwa penilaian pada kategori AI Project Junior berfokus pada kedalaman konsep dan kebermanfaatan karya di tengah masyarakat. Menurutnya, karya pemenang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki potensi pengembangan jangka panjang yang kuat.
"Ajang IYRC bukan sekadar ajang pameran teknologi atau perburuan trofi, melainkan fondasi pembinaan bertahap agar generasi muda dan pendidik siap mengarungi tantangan global berbasis STEM. Karya AI yang dipresentasikan peserta Gresik ini membuktikan bahwa penguasaan teknologi tingkat tinggi sudah menjadi kebutuhan nyata di dunia pendidikan," tegas Firdiansyah.
Sementara itu, Rudi Yulianto mengungkapkan rasa syukur serta komitmennya untuk mendedikasikan ilmu yang didapat bagi kemajuan pendidikan di Gresik. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan titik akhir, melainkan dorongan awal untuk terus mengembangkan media pembelajaran berbasis AI yang aplikatif.
"Penghargaan Bronze Award ini menjadi batu loncatan serta pemacu semangat untuk terus berinovasi. Target utama saya selanjutnya adalah mengalirkan pengetahuan kecerdasan buatan ini kepada para siswa dan rekan sesama pendidik, sehingga teknologi ini benar-benar membawa manfaat nyata di ruang-ruang kelas," ujar Rudi Yulianto.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memantik motivasi seluruh elemen pendidikan, mulai dari guru madrasah, pengawas, hingga para siswa di Kabupaten Gresik, untuk tidak ragu mengeksplorasi dunia robotik dan kecerdasan buatan. Penguasaan teknologi AI terapan kini menjadi kunci strategis dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing global menuju terwujudnya ekosistem pendidikan yang unggul dan responsif terhadap zaman.