Gresik, 12 Agustus 2026
Layanan pendidikan keagamaan yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Gresik semakin diperkuat melalui pembangunan Pondok Pesantren Inklusi Lansia dan Disabilitas. Fasilitas keagamaan ramah rentan ini resmi dimulai pembangunannya di lingkungan Pondok Pemberdayaan Perempuan CeHa Al-Marzuqi (P3CHM), Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Rabu (12/8/2026).
Pembangunan pesantren inklusi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan ruang belajar agama yang berkelanjutan, ramah aksesibilitas, serta memberikan pembinaan spiritual bagi kelompok lansia dan warga penyandang disabilitas. Selain memfasilitasi pendalaman ilmu agama, kawasan ini disiapkan menjadi pusat pemberdayaan sosial yang humanis dan mandiri.
Kehadiran pesantren berbasis ramah kelompok rentan ini disambut positif oleh Kementerian Agama Kabupaten Gresik sebagai langkah nyata memperluas jangkauan keagamaan yang berkeadilan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, hadir secara langsung memimpin doa serta meletakkan batu pertama sebagai wujud komitmen penuh institusi dalam mengawal sarana pendidikan Islam yang inklusif. Muhammad Ali Faiq menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas keagamaan semacam ini menjadi preseden penting bagi penguatan kesetaraan hak-hak keagamaan masyarakat.
"Kementerian Agama memberikan dukungan penuh terhadap pemenuhan sarana keagamaan yang ramah bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas dan kaum lansia. Kehadiran pesantren inklusi ini bukti nyata bahwa bimbingan keagamaan serta pemberdayaan sosial harus menjangkau seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali," ujar Muhammad Ali Faiq di sela-sela kegiatan.
Beliau menambahkan, sinergi antara yayasan keagamaan dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk memastikan kelancaran operasional serta keberlanjutan program pencerahan spiritual bagi kelompok rentan.
Kegiatan peletakan batu pertama ini dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta Milad ke-14 P3CHM Gresik. Untuk memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar, rangkaian acara juga dilengkapi dengan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat umum dan lansia di wilayah Kecamatan Dukun.
Melalui pembangunan sarana pendidikan inklusif ini, Kabupaten Gresik semakin mempertegas komitmennya sebagai daerah yang ramah kelompok rentan, sekaligus mendorong kemandirian spiritual dan sosial bagi warga lansia serta penyandang disabilitas.