Gresik (Humas) — Ancaman lonjakan kasus Tuberkulosis pada usia remaja mendapat perhatian serius dari jajaran Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Ketua DWP Kemenag Gresik, Masarin Natik Faiq, hadir dan memberikan dukungan penuh dalam kegiatan Sosialisasi dan Deteksi Dini Penyakit TB Paru yang diselenggarakan oleh DWP Kabupaten Gresik pada hari Kamis (22/10).
Langkah preventif ini diwujudkan dalam Gerakan DWP Peduli Kesehatan yang berlangsung di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik. Kehadiran DWP Kemenag Gresik menjadi bentuk komitmen nyata dalam mengawal ketahanan kesehatan keluarga, sekaligus memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat instansi dan kecamatan.
Rangkaian kegiatan diawali secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars DWP. Suasana penuh kebersamaan semakin terasa saat pembacaan doa dipimpin oleh Khusaeni, memohon kelancaran serta keberkahan bagi seluruh upaya pelayanan kesehatan masyarakat.
Ketua DWP Kabupaten Gresik, Siti Qomariyah Ahmad Washil, dalam sambutannya menyoroti meningkatnya kasus TB pada kelompok usia muda yang dipicu oleh minimnya pemahaman masyarakat terkait pola penularan. Momen tersebut juga menjadi sesi berpamitan Ibu Siti Qomariyah yang memasuki masa purna tugas setelah lima tahun mengabdi, seraya berpesan agar jejaring persaudaraan dan kepedulian sosial organisasi tetap terjaga erat.
Puncak acara diisi dengan penyampaian materi teknis oleh Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Ibnu Sina, Amelia Tantri. Dalam pemaparannya, Amelia membeberkan fakta bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TB, dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa per tahun.
Ia menegaskan bahwa bakteri TB menular melalui udara saat penderita berbicara, batuk, atau bersin. Selain faktor udara, maraknya penggunaan vape di kalangan remaja turut mempercepat kerusakan jaringan paru, sehingga organ pernapasan menjadi jauh lebih rentan terhadap infeksi.
Di sela kegiatan, Ketua DWP Kemenag Gresik, Masarin Natik Faiq, menegaskan kesiapan jajarannya untuk menjadi garda terdepan dalam meresonansikan edukasi kesehatan ini.
"Dukungan penuh kami berikan karena kesehatan paru adalah benteng utama keluarga. Selepas kegiatan ini, pengurus DWP Kemenag Gresik harus menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan pemahaman deteksi dini TB di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat luas agar pencegahan dapat dilakukan sebelum terlambat," tegas Masarin Natik Faiq.
Melalui sinergi lintas instansi ini, DWP Kemenag Gresik berkomitmen melanjutkan sosialisasi secara masif, mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta memperkuat jaring deteksi dini demi mewujudkan masyarakat Gresik yang sehat dan bebas dari ancaman Tuberkulosis.