Lamongan (Humas) — Generasi muda madrasah asal Kabupaten Gresik menunjukkan keunggulan karya vokasi di tingkat nasional. Melalui pengawalan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, MAN 1 Gresik tampil sebagai perwakilan tunggal daerah dalam ajang Expo Nasional (Extranas) Madrasah Aliyah Plus Keterampilan ke-8 Tahun 2026.
Ajang yang berlangsung di Sport Center Lamongan (SCL) dan kompleks MAN 1 Lamongan pada 10–13 September 2026 ini mempertemukan ratusan produk wirausaha, karya inovatif, serta talenta vokasi madrasah dari berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran DWP Kemenag Gresik bertujuan memastikan potensi keterampilan praktis peserta didik mendapatkan ruang apresiasi dan pengembangan yang tepat.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa Extranas 2026 dirancang untuk membawa dampak nyata yang melampaui panggung perlombaan semata.
"Extranas tidak boleh berhenti sekadar ajang kompetisi. Ajang ini harus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui giat UMKM, memperluas jaringan antar-madrasah se-Indonesia, serta membuka ruang transformasi pengetahuan dan pengalaman bagi seluruh peserta," tegas Akhmad Sruji Bahtiar saat membuka acara.
Ketua DWP Kantor Kemenag Gresik, Masarin Natik Faiq, hadir langsung mendampingi para siswa di lokasi pameran. Ia menegaskan bahwa pendampingan terhadap pendidikan vokasi merupakan langkah konkret organisasi dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga melalui pembekalan keterampilan sejak bangku sekolah.
"Madrasah Aliyah Plus Keterampilan bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan jawaban nyata atas tantangan dunia kerja modern. DWP Kemenag Gresik hadir memberikan pengawalan langsung agar karya dan inovasi anak-anak kita mampu bersaing, memiliki nilai jual, serta memberikan dampak ekonomi riil bagi masyarakat," ujar Masarin Natik Faiq saat meninjau stan pameran.
Dalam pameran ini, ragam karya siswa ditampilkan secara interaktif, meliputi pameran produk terapan, perancangan bisnis (business plan), tata busana, hingga kompetisi rekayasa robotik. Seluruh materi pameran dirancang untuk membekali kecakapan hidup praktis yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Selain pameran karya unggulan, rangkaian Extranas 2026 diisi dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kepala Madrasah, Focus Group Discussion (FGD) Guru Keterampilan, serta perlombaan terapan. Forum strategis ini dimanfaatkan untuk memperkuat kurikulum vokasi berbasis industri sekaligus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Melalui pendampingan yang konsisten, DWP bersama Kemenag Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus mendukung penyediaan sarana dan prasarana pendidikan keterampilan. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lulusan madrasah yang tidak hanya tangguh secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi, mahir berwirausaha, serta menguasai teknologi modern.